Kemenpora Pakai Formula Baru untuk Kirim Atlet ke SEA Games 2022

Mercy Raya - Sport
Rabu, 26 Jan 2022 14:10 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainuddin Amali. (Foto: dok.Kemenpora)
Jakarta -

Kemenpora akan menerapkan formula baru dalam menentukan jumlah atlet pada satu cabor yang akan dikirim ke SEA Games Hanoi 2022. Seperti apa caranya?

Seperti diketahui, Indonesia sudah ditunggu jadwal padat multievent olahraga pada tahun ini. Salah satunya dan paling terdekat yaitu SEA Games 2022 di Hanoi mulai 12-23 Mei ini.

Sejauh ini, tuan rumah telah menetapkan 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sekalipun SEAGF Charter telah mengatur program cabor untuk SEA Games, yakni minimum harus mempertandingkan 22 cabor dari tiga kategori.

Pertama, cabor wajib yakni atletik dan renang. Kedua, cabor yang dipertandingkan di Olimpaide dan di Asian Games, minimal 14 cabor. Ketiga, cabor lain yang mengandung unsur pelestarian olahraga lokal Asia Tenggara, minimal 8 cabor.

Indonesia sendiri belum menentukan jumlah cabor yang bakal diikuti. Menpora Zainudin Amali menyebut saat ini prosesnya masih dalam tahap koordinasi dengan cabor.

"Kebetulan masih harus direview dan sebagaimana diketahui SEA Games ini bukan lagi sasaran utama kami. Sasaran utamanya yaitu olimpiade, sedangkan SEA Games dan Asian Games hanya sasaran antara saja, sehingga hanya cabor dan nomor-nomor pertandingan yang benar-benar bisa berprestasi yang akan kami kirim," kata Menpora Amali kepada pewarta.

"Jadi kami tidak seperti sebelumnya, perbanyak kontingen tapi hasilnya tidak bisa ukur dengan pasti," imbuhnya.

Sehubungan dengan itu, Menpora asal Gorontalo tersebut juga tengah mempertimbangkan mengirim cabor dengan melihat kemampuan mereka menjadi juara umum di masing-masing cabang olahraga.

"Kalau dulu kan kami menghitungnya peringkat. Nah, coba bayangkan jika cabor itu hanya dimiliki tuan rumah. Itu tentu tidak fair dalam menghitung peringkat karena mereka akan banyak (menang) di cabor tersebut," ucap dia.

"Sekarang kami coba formula baru. Misalnya di SEA Games yang lalu (2019, Filifina), cabang menembak kan kita juara umum dengan raih 7 medali (emas). Nah, hal-hal seperti itu kami coba formulasikan, sehingga cabor-cabor ini punya tanggung jawab, tak sekadar kirim atlet tapi ada prestasi, itu termasuk review yang sedang kami lakukan," ujarnya.

Politikus Golkar ini juga sekaligus menegaskan bahwa komposisi atlet tetap mengandalkan mayoritas atlet-atlet muda.

"Tetap atlet-atlet muda. Dengan sasaran utama kita Olimpiade maka atlet yang kami persiapan mereka yang benar-benar bisa berprestasi di tingkat olimpiade," sebutnya.

(mcy/krs)