ADVERTISEMENT

Menpora Kunjungi BPPLOP Jateng, Beri Wejangan untuk Atlet

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 29 Jan 2022 23:30 WIB
Menpora Zainudin Amali mengunjungi Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BPPLOP) Provinsi Jawa Tengah, di Kawasan Olahraga Jatidiri, Sabtu (29/1) siang WIB.
Menpora Zainudin Amali kunjungi Balai Pemusatan Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar di Semarang (dok.Kemenpora)
Semarang -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali tahu bahwa atlet-atlet muda bakal jadi tulang punggung Indonesia di masa depan. Maka pelatihan sejak dini harus terus digalakkan.

Hal ini dikatakan Amali saat mengunjungi Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BPPLOP) Provinsi Jawa Tengah, di Kawasan Olahraga Jatidiri, Sabtu (29/1) siang WIB.

Amali ditemani Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Asisten Deputi Ordik Ari Mulyadi, Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Bayu Rahardian, dan Kadispora Jateng Sinoeng Nugroho Rahmadi.

Kunjungan kerja kali ini dilakukan Amali demi melihat dari dekat asrama atlet Sekolah Keberbakatan Olahraga, dan GOR Jatidiri yang baru selesai direnovasi. GOR Jatidiri ke depannya bakal jadi tempat berkumpul para atlet junior, senior, dan para pelatih berbagai cabang olahraga.

Dalam kesempatan ini, Amali memberikan motivasi kepada para atlet, bahwa cita-cita atlet harus tinggi, tidak sekedar kelas daerah ataupun nasional, tetapi harus mendunia.

"Kalian harus berani bermimpi besar, bermimpi menjadi Olimpian (atlet Olimpiade), jangan hanya atlet PON. Berlatih penuh semangat, berlatih keras mengikuti arahan pelatih, bahkan contoh itu Cristiano Ronaldo bisa menjadi pesepakbola hebat karena di luar jadwal latihan resminya, dilanjutkan dengan latihan sendiri sampai malam. Dengan itu mimpi akan berbuah prestasi," ujar Amali dalam rilis kepada detikSport.

Dalam pertemuan ini juga hadir atlet panahan Olimpiade Tokyo 2020 yang digembleng di PPLP Jateng, yaituAlviyanto BagasPrasetyo. Bagas memang belum bisa menyumbangkan medali, tapi perjuangannya masuk ke ajang itu sedari babak kualifikasi tetap diapresiasi berupa bonus Rp 100 juta.

"Itu bisa menjadi contoh, Alvin (Alviyanto Bagas Prasetyo) senior kalian, atlet panahan yang kemarin berlaga di Olimpiade Tokyo. Meskipun belum memberikan medali perunggu, perak, dan emas sekalipun pemerintah tetap memberikan penghargaan," sambungnya.

"Kemarin yang belum dapat medali sekalipun diberikan penghargaan (Rp 100 juta) karena perjuangan hingga lolos kualifikasi."

Kunjungan Amali merupakan perwujudan Perpres No 86 Tahun 2021 terkait Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Jateng jadi salah satu dari 10 daerah yang dijadikan Sentra Pembinaan Olahraga.

Maka dari itu, Jateng dianggap salah satu lumbung prestasi untuk target besar menuju posisi lima besar dunia saat perayaan Seabad Kemerdekaan Indonesia, pada 2045.

Amali juga mengingatkan bahwa atlet-atlet Jateng harus bisa lebih berprestasi agar dapat mewakili Indonesia di Olimpiade 2024.

"Kalian harus bangga, di DBON Jateng menjadi salah satu sentra pembinaan. Dan pembinaan langsung diarahkan menuju sasaran utama prestasi Olimpiade, dimana mimpi besar Indonesia bertengger di 5 besar dunia pada Olimpiade 2045."

"Tadi saya sudah cek hingga ke kamar-kamar, itu sebagai masukan untuk perbaikan agar lebih layak. Namun coba sepulang dari sini tulis dengan gaya dan ekspresi masing-masing di tembok kamar 'Paris 2024', itu bagian dari mimpi besar kalian," tutup Menpora Zainudin Amali.

(mrp/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT