ADVERTISEMENT

Atlet Mancanegara Akan Ramaikan Kejuaraan Menembak di Jakarta

Mercy Raya - Sport
Kamis, 03 Feb 2022 18:20 WIB
Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) Siswanto
Foto: Dok. PP Perbakin
Jakarta -

Puluhan atlet menembak mancanegara siap meramaikan perhelatan kejuaraan ISSF Grand Prix di Rifle/Pistol di Jakarta. Tim Indonesia mematok target hasil terbaik.

Kejuaraan internasional menembak akan berlangsung di Lapangan Tembak Senayan, pada 8-18 Februari ini. Total ada enam negara yang sudah memastikan keikutsertaannya yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Rumania, Bangladesh, juga Indonesia sebagai tuan rumah. Adapun jumlah pesertanya sekitar 80 atlet.

Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) Siswanto mengatakan persiapan terus dilakukan dalam menyambut tamu peserta.

"Kesiapan kami ini sudah mencapai 90 persen. Hari ini kami juga rapat koordinasi untuk mematangkan acara pembukaan, sekaligus membuat rencana kegiatan yang hampir semuanya mirip Indonesia Open 2019. Saat itu, negara-negara peserta cukup terkesan," kata Siswanto kepada pewarta, Kamis (3/2/2022).

"Kami juga sudah persiapan untuk pengecekan akhir, yang terpenting di sini adalah kesiapan kami dalam penerapan protokol kesehatan. Bagaimana pun ini sangat penting dan kami melaksanakan kegiatannya dengan ketat," tuturnya.

"Artinya kami sudah koordinasi berkali-kali dengan negara peserta, bahwa mereka akan karantina dulu di negara masing-masing dan PCR. Nanti setibanya mereka di sini, mereka akan diperiksa kembali, baik senjata maupun pesertanya," dia menjelaskan.

Siswanto juga menambahkan bahwa setelah dilakukan PCR kembali di bandara, para peserta akan langsung dipisahkan dan diboyong ke Hotel Mulia, tempat pelaksanaan bubble.

"Ketika tiba di Hotel Mulia mereka tidak boleh kemana-mana sampai hasil PCR keluar. Kalau hasilnya negatif mereka hanya bisa keluar hotel ke Lapangan Tembak saja. Jadi areanya itu saja karena kami pakai sistem bubble seperti Olimpiade Tokyo."

Tak hanya menerapkan sistem bubble, kegiatan ini juga dipastikan tanpa kehadiran penonton. "Paling hanya dari atlet-atlet dan ofisial dari peserta itu sendiri sehingga relatif aman," ujarnya.

"Seandainya ada yang positif, kami juga sudah siapkan rumah sakit Mintoharjo angkatan laut, kalau tidak di wisma atlet," dia menambahkan.

Selayaknya tuan rumah, PB Perbakin tak ingin pelaksanaan kejuaraan internasional ini hanya sukses penyelenggaraan. Mereka berharap dapat diikuti prestasi yang mentereng.

"Target kami tentu ingin yang terbaik. Tapi negara-negara yang mengirimkan atletnya ke sini, kami belum tahu kelas yang dikirim seperti apa. Bisa saja kelas dua atau yang paling baik," kata Siswanto.

Namun negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Malaysia berpeluang mengirimkan atlet lapis satu, mengingat mereka juga persiapan menuju SEA Games Hanoi pada Mei 2022.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT