Komisi X Usul Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Digelar di GBK

ADVERTISEMENT

Komisi X Usul Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Digelar di GBK

Mercy Raya - Sport
Kamis, 24 Mar 2022 13:15 WIB
Panjat Tebing Indonesia
Kejuaraan Dunia Pajat Tebing 2022 diusulkan digelar di Stadion Gelora Bung Karno. (Foto: dok.PB FPTI)
Jakarta -

Komisi X DPR RI mengusulkan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 dapat digelar di Gelora Bung Karno, Senayan. Usulan ini diajukan agar venue bisa digunakan untuk latihan atlet selanjutnya.

Demikian disampaikan anggota Komisi X DPR dari fraksi PDIP, Rano Karno, dalam rapat kerja dengan Menpora Zainudin Amali pada Rabu (23/3/2022). Salah satunya membahas kesiapan pelaksanaan kalender event olahraga.

Seperti diketahui, Menpora memaparkan ada sejumlah agenda yang berlangsung pada tahun ini. Selain FIBA Asia Cup 2022 dan The 8th World Junior Wushu Championship 2022, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah IFSC Climbing World Cup Indonesia 2022.

Kegiatan olahraga itu direncanakan berlangsung di Kemayoran, Jakarta, mulai 24 sampai 26 September mendatang. Ajang itu akan diikuti 100 atlet dari 35 negara. Namun, dalam rapat tersebut Rano memberikan tanggapannya, terutama terkait lokasi penyelenggaraan panjat tebing yang dirasa kurang tepat.

"Kalau melihat lokasi Kemayoran, jika Bapak (Menpora Zainudin Amali) punya wewenang, pindahkan ke GBK. Penonton ini banyak Pak, sangat banyak. Dan mudah-mudahan nanti climbing ini dibuat arenanya menarik. Biasanya, arenanya di lantai, parkiran, jadi tak ada seat. Jadi mungkin dibikin seperti minicoliseum, karena pasti tebing artificial," kata Rano dalam Youtube Komisi X DPR RI.

"Soalnya kalau Kemayoran, selesai acaranya ini akan dibongkar. Tetapi jika di GBK, mungkin anak-anak bisa berlatih karena ini menjadi ujung tombak kita ke Prancis (Olimpiade 2024) panjat tebing ini. Kalau misalnya, pihak kementerian bisa menentukan, saya lebih condong memindahkan jangan di Kemayoran tapi area gelora Senayan karena secara transportasi juga bisa dijangkau, Lebih mudah. Penggemar climbing di Indonesia ini banyak, yakin Pak. Kelompok pendaki akan sangat antusias," dia mempertegas.

Merespons usulan tersebut, Menpora Amali mengatakan jika keputusan lokasi tidak berada di bawah kewenangannya. Melainkan Kementerian Riset dan Teknologi RI (Kemenristek).

"Jadi bukan di (bawah kewenangan) kami (Kemenpora). Cerita Mbak Yenny (Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia) beliau mendapatkan lokasi itu dan akan jadi permanen. Bahkan akan dikelola secara profesional kerja sama dengan pihak swasta," katanya.

Menpora asal Gorontalo itu juga meyakinkan bahwa dalam pelaksanaan single event itu tak akan ada penonton yang duduk di lantai. Melainkan dikemas secara prosesional selayaknya event olahraga pada umumnya.

"Seperti kita menonton kegiatan olahraga sesungguhnya, tak ada duduk-duduk di lantai karena panjat tebing masuk dalam cabor unggulan kami," imbuhnya.

"Dan kita ini punya (atlet panjat tebing) juara dunia. Jadi itu yang akan kami ... nah di Olimpiade kemarin kita tidak masuk (Olimpiade Tokyo 2020) karena kekuatan kita di speed, bukan boulder. Nah, di Paris akan dipertandingkan nomor itu sehingga kita (Indonesia) punya harapan," imbuhnya menyoal target.

Bagaimana pun, Indonesia merupakan langganan juara dunia di berbagai kejuaraan. Sebut saja pemanjat putri Aries Susanti, kemudian atlet panjat tebing putra Veddriq Leonardo.

Ia bahkan berhasil memecahkan rekor dunia pada ajang IFSC Climbing World Cup pada tahun lalu. Rekor tersebut, bahkan sebelumnya dicatatkan rekannya, Kiromal Katibin. Ketum FPTI Yenny Wahid sendiri sebelumnya mematok target dua medali emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 tersebut.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT