Eko Yuli Kembali Jadi Andalan di SEA Games Vietnam karena...

ADVERTISEMENT

Eko Yuli Kembali Jadi Andalan di SEA Games Vietnam karena...

Mercy Raya - Sport
Kamis, 07 Apr 2022 11:30 WIB
Eko Yuli Irawan
Eko Yuli Irawan. Foto: Mercy Raya/detikcom
Jakarta -

Eko Yuli Irawan sekali lagi menjadi andalan Indonesia di ajang multiajang se-Asia Tenggara, SEA Games. PB PABSI menyebut Eko masih yang terbaik di kelasnya.

Eko pertama kali menyumbangkan emas untuk Indonesia di SEA Games saat tahun 2007. Saat itu, ia tampil di kelas 56 kg. Dua tahun berikutnya, peraih empat medali Olimpiade itu naik kelas ke 62 kg.

Di kelas barunya tersebut, Eko melakukan hat-trick emas di SEA Games 2009, 2011, dan 2013. Hanya pada SEA Games 2015, Eko tak tampil. Bukan karena tak mendapat medali, melainkan angkat besi tak dipertandingkan di Singapura.

Sedangkan pada SEA Games 2017, Eko meraih medali perak, sebelum dua tahun berikutnya ia kembali mempersembahkan medali emas namun di kelas 61 kg.

Kini, nama Eko kembali muncul dalam skuad SEA Games. Atlet angkat besi kenyang pengalaman itu untuk kesekian kali diandalkan PABSI untuk dapat menyumbang emas di ajang yang bergulir di Vietnam, pada 12 hingga 23 Mei 2022.

Eko Yuli IrawanEko Yuli Irawan Foto: Mercy Raya/detikcom

Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono lantas memberikan alasannya tetap memilih Eko. "Karena dia masih yang terbaik di kelasnya. Kalau dia sudah ada yang mengalahkan, tak berangkat," kata Djoko kepada pewarta.

"Itu tadi saya bilang olahraga itu gampang. Prestasi, bersaing, you kalah, you minggir," lanjutnya.

Sementara itu, Eko mengaku tak masalah bila harus terus tampil di SEA Games. Toh, pelapisnya sampai saat ini belum ada yang mampu melewati capaian angkatannya.

Angkatan terbaik Eko di kelas 61 kg tersaji pada Kejuaraan Dunia 2018. Saat itu, total angkatannya menembus 317 kg, dengan rincian 143 kg angkatan snatch dan 174 kg untuk angkatan clean and jerk. Sedangkan di SEA Games 2019, ia mencatatkan total angkatan 309 kg (angkatan snatch 140 kg dan clean and jerk 169 kg).

"Selagi indonesia masih membutuhkan saya, saya akan berjuang. Jadi masalah usia sudah senior, atau apa, jika memang dibutuhkan bisa merebut medali emas kenapa tidak? Karena saat ini saya masih terbaik di kelas saya, dan pelapisnya pun belum bisa menyentuh saya," kata Eko.

"Kalau memang ada minimal menyamai saja, mungkin saya bisa setop dulu lah. Yang penting bisa berjuang buat Indonesia," dia mempertegas.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT