Indonesia Cuma Turun di 31 Cabor SEA Games 2021, Ini Alasan Tim Review PPON

ADVERTISEMENT

Indonesia Cuma Turun di 31 Cabor SEA Games 2021, Ini Alasan Tim Review PPON

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 08 Apr 2022 17:41 WIB
Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo menunjukkan medali dan piala saat upacara penganugerahan juara Open 2021 usai mengalahkan Ganda Putra Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di Nusa Dua, Bali, Minggu (28/11/2021). Marcus/Kevin berhasil menjuarai Indonesia Open 2021 setelah menang 21-14, 21-18 atas Ganda Putra Jepang. ANTARA FOTO/Humas PBSI/Handout/wpa/wsj.
Bulutangkis jadi salah satu cabor andalan Indonesia di SEA Games 2021 (PP PBSI/HUMAS PBSI)
Jakarta -

Indonesia cuma turun di 31 cabang olahraga SEA Games 2021 di Vietnam. Kemenpora menjelaskan alasan penurunan jumlah cabor.

Indonesia akan mengirimkan 476 atlet yang tersebar di 31 cabor tersebut untuk meraih target 15 emas di SEA Games. Ini tentunya penurunan dari edisi sebelumnya di Filipina di mana Indonesia finis posisi keempat.

Saat itu Indonesia menurunkan 841 atlet dari 52 cabor. Sudah terjadi penurunan jumlah atlet sekitar 43,4 persen, jumlah atlet junior pun lebih banyak yakni sekitar 60 persen berbanding 40 persen atlet senior.

Keputusan ini dipertanyakan publik karena Indonesia sejatinya bisa mengirim atlet lebih banyak untuk mencapai target juara umum. Meski demikian, Kemenpora sebagai perwakilan Pemerintah yang memberikan dana punya pandangan lain.

Ini didapat setelah Kemenpora melakukan review dengan beberapa akademisi dari akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan sejumlah perguruan tinggi lainnya, praktisi olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Mereka melakukan wawancara dengan pelatih, manajer, dan pengurus cabor serta melihat track record cabor tersebut di beberapa ajang terakhir, single maupun multi event.

Oleh karenanya, SEA Games hanyalah jadi sasaran antara menuju Olimpiade, dalam hal ini persiapan menuju babak kualifikasi Olimpiade dan juga Asian Games 2022.

Sebab Olimpiade 2024 adalah sasaran utama dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sehingga lebih diprioritaskan pada cabor yang masuk ke DBON. Ada satu cabor DBON yang tidak dipertandingkan di SEA Games 2021.

"Kami menetapkan cabang olahraga itu berdasarkan hasil review. Review itu tidak hanya kami wawancara dengan cabang-cabang olahraga, tetapi kami juga mempunyai data dan mempunyai track record. Data itu multi event yang terakhir diikuti kalau enggak begitu kita juga melihat track recordnya di kejuaraan resmi," kata Ketua tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof. Dr. Moch. Asmawi, dalam rilis kepada detikSport.

Kemenpora jelaskan alasan Indonesia cuma turun di 31 cabor di SEA Games 2021Kemenpora jelaskan alasan Indonesia cuma turun di 31 cabor di SEA Games 2021 Foto: dok.Kemenpora

"Kurang lebih ada 14 cabang olahraga dalam DBON, tentunya yang nantinya mempunyai kans untuk meraih medali emas, perak dan perunggu, 14 cabang olahraga ini kami sudah mempunyai analisa prestasi semuanya," sambungnya.

Dari 31 cabor yang diikuti di SEA Games, 13 yang masuk DBON adalah angkat Besi, atletik, balap sepeda, bulutangkis, dayung (kano/kayak-perahu naga), rowing, karate, menembak, panahan, pencak Silat, renang, senam, taekwondo, dan wushu.

"Ada 18 cabang olahraga yang non DBON. Namun ada potensi emas dan perak jadi kita berangkatkan. Kami tidak langsung menyetujui itu, karena kami me-review lagi dengan tim review baik itu review dengan tim DBON atau tim dari Kemenpora maupun review dengan tim yang ada di NOC atau KOI," paparnya.

Sementara itu, Asmawi menjelaskan ada 14 cabor yang tidak berpartisipasi karena dinilai tidak berpotensi medali, yakni bola tangan indoor, bola tangan pantai, dansa, petanque, kurash, futsal, biliar, tenis meja, muaythai, xiangqi, loncat indah, senam ritmik, senam aerobik, binaraga, dan sepakbola putri.

"Kita tidak berangkatkan karena tidak mempunyai jejak prestasi dan tidak berpeluang meraih medali pada SEA Games 2021 yang akan datang. Itu adalah pesan dari pemerintah yang tidak bisa ditawar, kenapa karena hulunya adalah olimpiade," jelasnya.

"Kami sudah mengantungi itu, data yang nomor satu yang kami punyai," tegasnya.

Meskipun SEA Games Hanoi hanya jadi sasaran antara dan atlet yang dikirim tidak sebanyak edisi sebelumnya, Asmawi berhara agar kontingen Indonesia bisa jadi juara umum di cabor masing-masing.

"Kita harapkan cabang olahraga itu menjadi juara umum, lebih baik dari kemarin. Karena bagaimana pun juga saya yakin mereka (negara lain) juga melakukan hal yang sama karena lagi ada covid. Cabor kita harapkan menjadi juara umum di cabor masing-masing," harapnya

Terkait adanya rencana keberangkatan mandiri dari beberapa cabang olahraga yang tidak diberangkatkan pemerintah, Asmawi mengatakan bahwa pemerintah hanya memberangkatkan 31 cabang olahraga yang sudah ditetapkan dengan total 738 orang kontingen dengan rincian 476 atlet, 207 ofisial dan tenaga pendukung 55 orang.

"Ini tanggung jawab pemerintah, bagaimanapun juga ini kebijakan pemerintah. Jadi sudah diputuskan yang mandiri ini tidak diberangkatkan. Yang kita berangkatkan ini ada rekam jejak prestasi. Jadi ada kategori emas dan perak," tutupnya.

(mrp/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT