Soal Sutjiati Narendra, Tim Review: Parameter Atlet Tak Cuma Prestasi di PON

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 20 Apr 2022 23:00 WIB
Sutjiati Narendra
Sutjiati Narendra, atlet senam ritmik yang tidak diberangkatkan ke SEA Games 2021 (Instagram/sutji.ritma)
Jakarta -

Tim Review PPON Kemenpora angkat bicara soal pesenam Sutjiati Narendra yang tak diberangkatkan ke SEA Games 2021. Menurutnya, prestasi di PON 2021 bukan satu-satunya parameter atlet.

Sutjiati sempat menulis surat terbuka untuk menyampaikan kegelisahannya terhadap olahraga Indonesia. Atlet berusia 18 tahun kelahiran New York ini mengatakan dalam surat terbukanya, dua bulan sebelum even tersebut, dia diberitahu bahwa tak diberangkatkan. Padahal sejak beres PON Papua, ia telah melakukan persiapan menuju multievent tersebut.

Apalagi Sutjiati mengaku sudah mendapatkan hasil yang terbilang lumayan di PON lalu, yakni meraih dua emas dan satu perak.

Ketimbang menjadi polemik berkepanjangan, Tim Review PPON yang bertugas memberikan rekomendasi atlet SEA Games 2021 buka suara. Menurut Tim Review, SEA Games bukan lagi prioritas utama melainkan sasaran antara.

Alhasil, Kemenpora akan lebih selektif memilih atlet terutama mereka yang berprestasi. Nah, untuk poin ini, Sutjiati masih kalah dari pesenam Rifda Irfanaluthfi.

Tidak usah jauh-jauh, jika bicara soal PON 2021, Rifda lebih baik dari Sutjiati. Sutjiati cuma mendapatkan dua medali emas dan satu medali perak, sementara Rifda mendapat empat emas.

Untuk SEA Games 2021, Rifda meraih satu emas dan tiga perak. Prestasi Sutjiati selama berkiprah di Amerika Serikat juga biasa-biasa, termasuk saat tampil di ajang Rhyhtmic Gymnastics Junior World Championship 2019.

Sutjiati di ajang tersebut hanya berada di ranking 47 dengan skor 12.550 dengan menggunakan bola. Kalah bersaing dengan atlet Filipina yang menempati ranking 39 dan Singapura yang finis di posisi ke-46.

Pertimbangan lainnya adalah nomor senam ritmik kali ini berkurang, Hanya ada satu emas yang diperebutkan dari kategori serba bisa. Berbeda dengan SEA Games Manila yang mempertandingkan lima nomor.

"Persani tidak mengajukan nama tersebut, bahkan jika kita melihat pencapaian terakhirnya di ajang internasional hasilnya jauh sekali rankingnya, apalagi jika merujuk hasil di Rusia lalu, hanya mampu berada di posisi ke-47, sehingga belum bisa bersaing dengan atlet Asia Tenggara lainnya," beber Ketua Tim Review PPON Profesor Asmawi dalam rilis kepada detikSport.

Lebih lanjut, Asmawi juga mengingatkan bahwa juara PON itu sejatinya tidak harus berangkat ke SEA Games ketika kriteria yang disyaratkan tak terpenuhi. Sebab, bila melihat tack record di event-event sebelumnya, Sutjiati sulit kemampuan mengejar atlet senam negara Asean lainnya.

"Kalau catatannya terlalu jauh, walaupun juara PON, bagaimana mau bersaing. Karena itu, hasil PON itu bukan menjadi parameter dan belum tentu hebat di PON kemudian bisa bersaing di level Asia Tenggara," tegasnya.



Simak Video " Penampakan Peserta Senam Hybrid PDIP yang Cetak Rekor Muri"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/raw)