ADVERTISEMENT

Ada Bali Big Fight XIX Bulan Mei, Petinju Indonesia Diharapkan Jadi Juara

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 21 Apr 2022 00:15 WIB
Petinju milik Daniel Martin Promotion seperti Jufri Kakauhe, Aser Kewas Tuama, Orlado Limahelu, Alfrits Kakauhe, dan Larry Siwu.
Para petinju Navas Boxing Camp milik Martin Daniel Promotion (dok.Martin Daniel Promotion)
Jakarta -

Promotor Martin Daniel kembali menggelar ajang tinju bertajuk Bali Big Fight XIX bulan depan. Petinju Indonesia diharapkan bisa berprestasi di ajang itu.

Kejuaraan tinju profesional yang digagas oleh Martin Daniel Promotion itu dihelat di Canggu, Bali, 14 Mei. Sebagai menu utama, bakal ada dua partai internasional bergengsi antara Jufri Kakauhe (Navas Boxing Camp Manado) melawan Taweechai Juntarasuk (Thailand) memperebutkan sabuk juara WBA Asia South yang lowong di kelas bulu (57,1 kg) selama 10 ronde.

Sementara satunya lagi adalah Aser Kewas Tuama (Navas Boxing Camp Manado) akan meladeni Nanthanon Thongchai (Thailand) memperebutkan sabuk juara WBC Asia Silver yang lowong di kelas terbang (50,8 kg) selama 10 ronde.

Selain itu juga akan digelar partai tambahan yang melibatkan para petinju lain di bawah sasana Navas Boxing Camp Manado milik Martin Daniel, seperti Orlado Limahelu, Alfrits Kakauhe dan Larry Siwu.

Dengan pertandingan digelar kurang dari sebulan lagi, Martin Daniel menyebut persiapan sudah memasuki fase akhir termasuk menyiapkan draf kontrak sekaligus pembayaran dan perizinan agar Bali Big Fight XIX bisa dihelat dengan lancar.

Martin Daniel pun berharap para petinjunya terutama Jufri Kakauhe bisa meraih kemenangan. Sebab Jufri bakal jadi juara dunia jika mengalahkan Taweechai.

Petinju milik Daniel Martin Promotion seperti Jufri Kakauhe, Aser Kewas Tuama, Orlado Limahelu, Alfrits Kakauhe, dan Larry Siwu.Martin Daniel, promotor tinju ingin gelar Bali Big Fight Foto: dok.Martin Daniel Promotion

"Persiapan untuk Bali Big Fight XIX 14 Mei mendatang sudah hampir rampung. Seperti yang anda lihat mereka telah melakukan latih tanding dan ini sudah kesekian kalinya mereka mendapatkan lawan sparring dan nantinya akan ada beberapa kali lagi sampai ke hari H-nya. Saya terus awasi dan matangkan persiapan para petinju yang akan bertanding nanti, karena yang kita harapkan adalah hasil yang maksimal, di mana para petinju kita bisa memenangi kejuaraan WBA dan WBC Asia," ujar Martin Daniel dalam rilis kepada detikSport.

"Dengan persiapan yang sangat matang dan saya lihat langsung sendiri, tentu saya percaya diri untuk melaksanakan kegiatan ini, karena persiapan petinju-petinju yang nantinya membawa nama Merah Putih berkibar sudah maksimal dan mereka berlatih keras secara spartan, jadi kita yakin para petinju Indonesia nanti bisa menaklukkan lawannya," sambung pria asal Kawanua, Minahasa, Sulawesi Utara tersebut.

Lebih lanjut, Martin Daniel melihat para petinjunya sudah mengalami banyak peningkatan di berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik dan naluri bertarung di atas ring. Tapi, dia mewanti-wanti Jufri dan Aser Kewas agar tidak menganggap remeh petinju Thailand yang ganas dan tahan banting.

"Saya harap keduanya jangan lengah pada pertandingan nanti, khususnya untuk Jufri, mengingat lawannya juga bukan sembarangan, saya kira ini test case sesungguhnya untuk Jufri apakah dia berhasil menyabet gelar tersebut agar dia ke depan bisa berkarir lebih mulus lagi, hal yang sama juga untuk Aser," paparnya.

"Harapan saya masyarakat luas khususnya insan tinju yang ada di Bali bisa hadir menyemangati para petinju Indonesia yang bertanding tentunya dengan menjalankan protokoler yang ketat. Karena ini pertandingan yang cukup bergengsi dan kita akan melihat bagaimana petinju kita jika sudah bisa memenangi pertandingan ini, nantinya apakah bisa berbicara banyak di level yang lebih tinggi lagi."

Martin Daniel berharap dengan dirinya sering menggelar pertandingan tinju di Indonesia, maka pamor olahraga itu bisa meningkat sehingga bisa populer seperti di era 80-90an. Apalagi belakangan banyak pertandingan tinju eksebisi dihelat.

"Tinju merupakan paket olahraga yang lengkap. Ada unsur sport, hiburan dan respek. Di atas ring kedua petinju beradu pukul saling mengalahkan. Namun saat pertandingan berakhir, yang menang pasti memberikan respek yang lebih terhadap lawannya. Saya pun siap mempertemukan kedua tokoh tersebut di atas ring, mungkin nanti saya akan sumbang sabuk bukan dari badan federasi tinju dunia, tapi sabuknya adalah sabuk rekonsiliasi. Yang jelas saya senang karena virus tinju di Indonesia sudah mulai mewabah ke mana-mana," tutupnya.



Simak Video "Fenomena Pertandingan Tinju yang Libatkan Selebritis"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT