Tengok Olahraga Ekstrem Ini: Bertukar Pesawat di Udara!

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 23 Apr 2022 17:50 WIB
Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver.

Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di atas ketinggian 4.000 meter.
Plane Swap, olahraga ekstrem bertukar pesawat di ketinggian 4.000 meter (dok.Red Bull)
Phoenix -

Olahraga ekstrem memang selalu memacu adrenalin. Termasuk yang terbaru, yakni bertukar pesawat di udara. Wow!

Olahraga tersebut bernama Plane Swap yang kali pertama dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, minunam energi yang identik dengan warna kaleng biru dan silver.

Nantinya duo Red Bull Air Force, Luke Alkins dan sepupunya Andy Farrington akan melakukan aktraksi bertukar pesawat di tengah penerbangan.

Keduanya akan terbang sejajar di ketinggian 4.000 meter (14.000 kaki), lalu mematikan mesin, dan menukikkan pesawat mereka secara sinkron. Selanjutnya mereka akan bertukar masuk ke kokpit pesawat, dan semuanya dilakukan dalam waktu 1 menit!

Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver.Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di atas ketinggian 4.000 meter.Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver. Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di ketinggian 4.000 meter. (Foto: dok.Red Bull)

Alkins (48 tahun) dan Farrington (39 tahun) menggunakan dua pesawat Cessna 182 saat terbang solo ke ketinggian yang dimaksud.

Usai menempatkan pesawat dalam posisi menukik, melompat keluar - meninggalkan pesawat yang benar-benar kosong - terjun bersama-sama menuju pesawat yang berlawanan, memasuki kokpit, melepaskan sistem rem udara, menyalakan kembali mesin dan mengambil kendali sebelum melakukan pendaratan yang aman.

Ini jadi kali pertama Plane Swap dilakukan dalam sejarah dunia penerbangan maupun olahraga ekstrem. Oleh karenanya Alkins dan Farrington sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver.Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di atas ketinggian 4.000 meter.Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver. Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di ketinggian 4.000 meter. (Foto: dok.Red Bull)

Apalagi keduanya memang akrab dengan olahraga ekstrem tersebut. Alkins adalah penerjun payung berpengalaman dengan lebih dari 21 ribu lompatan, lalu jadi pilot pesawat komersial/helikopter, inovator dan pelatih, dan konsultan pada misi legendaris Red Bull Stratos 2012.

Sementara, Farrington memang berasal dari keluarga Skydivers. Ibunya Jessi pernah melakukan 100 lompatan saat sedang mengandung dirinya. Andy melakukan lompatan tandem pertamanya pada usia 12 tahun dan solo empat tahun setelahnya.

Dia sudah menjadi raja langit setelah itu berkat lebih dari 27 ribu lompatan, 1.000 lompatan BASE, dan 6.000 jam sebagai pilot. Yang namanya olahraga ekstrem, sudah pasti risikonya pun juga luar biasa besar.

Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver.Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di atas ketinggian 4.000 meter.Olahraga ekstrem Plane Swap pertama kali dihelat di dunia. Ini adalah salah satu dari sekian banyak proyek ekstrem yang dilakukan Red Bull, yang identik dengan kaleng biru dan silver. Nantinya dua penerbang akan bertukar pesawat di ketinggian 4.000 meter. (Foto: dok.Red Bull)

Oleh karenanya pabrika minuman asal Austria itu melakukan riset dengan serius untuk menentukan modifikasi yang diperlakukan, dan memastikan kegiatan ini bisa dilakukan. Alkins dan Farrington ditemani insinyur penerbangan terkenal Dr Paulo Iscold.

Sebab dibutuhkan rekayasa balik dari mekanik autopilot dan menghasilkan sistem rem udara yang dibuat khusus dan dipasang di perut pesawat. Ini berguna untuk menahan pesawat pada kecepatan turun terkontrol 225 kpj (140 mph), yang sesuai dengan tingkat penurunan skydivers.

"Plane Swap adalah puncak karir saya, dan tujuan saya adalah untuk menginspirasi dunia dan menunjukkan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi. Anda dapat menetapkan pikiran Anda pada sesuatu yang kadang-kadang tampak liar, gila dan tidak dapat dicapai, tetapi melalui ambisi dan kreativitas, Anda bisa mewujudkannya," ujar Luke Alkins dalam rilis kepada detikSport.

Anda tertarik menyaksikan aksi Plane Swap tersebut? Silakan tengok link ini pada Minggu (25/4) besok mulai pukul 06.00 WIB atau pukul 16.00 waktu Arizona.

(mrp/aff)