Menpora Optimistis Atletik Panen Emas di SEA Games 2021

Mercy Raya - Sport
Kamis, 28 Apr 2022 04:45 WIB
Menpora Zainudin Amali-PB PASI
Menpora Zainudin Amali yakin atletik berprestasi di SEA Games 2021 (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali optimistis atletik mampu mendulang emas sebanyak mungkin di SEA Games Vietnam. Apa alasannya?

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memberangkatkan 23 atlet-atlet terbaiknya. Meskipun jumlah yang diturunkan jauh lebih sedikit dari SEA Games tiga tahun lalu, namun target yang diusung cukup tinggi.

PB PASI menargetkan delapan medali emas, sementara Kemenpora mengharapkan atletik bisa sumbang 15 emas. Pada SEA Games sebelumnya, Indonesia padahal cuma merebut lima emas.

Menurut Amali, pembinaan atletik yang berkelanjutan jadi alasan mengapa dia yakin cabor tersebut bisa berprestasi di Vietnam.

"Saya kalau atletik optimistis karena kita tahu dari perjalanannya sejak almarhum Bob Hasan dan sekarang Pak Luhut (Binsar Pandjaitan), saya lihat perjalanan pembinaannya cukup kontinu," kata Amali ketika ditemui di sela-sela tinjuannya ke Pelatnas Atletik, di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (27/4/2022).

"Jadi kalau disebut atletik, pasti kami tidak ada keraguan karena pembinaannya jalan terus. Selain itu, talenta atletnya muncul terus, tidak pernah putus. Itu yang membuat kenapa kami yakin dan optimistis kepada atletik pasti akan terpelihara terus, dan berapa (atlet) yang dikirim itu kan sudah kelihatan berapa yang diloloskan tim review, banyak. Karena memang catatan prestasinya oke," sambungnya.

Meski atlet yang dikirim cukup banyak, menteri asal Gorontalo ini menegaskan bahwa kuota itu sudah melalui pendataan prestasi. Nama-nama top masih ada seperti Muhammad Zohri (olimpian), Emilia Nova (emas SEA Games 2019), serta Maria Londa (ratu lompat jauh Asia Tenggara dan olimpian).

"Kan tadinya kita hanya mau kirim yang potensi emas, tapi perak juga oke. Paling tidak kita sudah buat aturan bahwa yang berangkat itu benar-benar ada catatan prestasinya, tidak sekadar berangkat ramai-ramai kemudian setelah itu kita tidak bisa pantau," ujarnya.

"Apalagi ke depan akan ada Asian Games dan Olimpiade Paris, tentu pengumpulan poin untuk kualifikasinya juga akan dimulai. Tapi saya yakin sebagai salah satu cabor yang sudah establish dan tata kelolanya sudah bagus tentu sudah menghitung (peluangnya)."

(mcy/mrp)