Eki Febri Harap Ada Solusi untuk Tolak Peluru Putri di SEA Games 2021

Mercy Raya - Sport
Rabu, 04 Mei 2022 20:30 WIB
Eki Febri Ekawati berhasil mendapatkan medali emas setelah berhasil melakukan lemparan terbaiknya sejauh 14,39 meter.
Atlet tolak peluru Indonesia, Eki Febri Ekawati. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Atlet atletik Eki Febri Ekawati kaget mendengar kabar tolak peluru putri terancam tidak dipertandingkan di SEA Games 2021. Ia pun berharap ada solusi terbaik.

Seperti diketahui, tolak peluru putri diputuskan batal dipertandingkan menyusul hanya dua negara peserta saja yang ikut di multievent dua tahunan tersebut. Kabar itu muncul usai Delegation Registration Meeting pada Selasa (3/5/2022).

Selain Indonesia, Thailand juga menurunkan wakilnya. Namun, dengan jumlah terbatas itu membuat nomor tolak peluru sulit dipertandingkan. Sesuai aturan, minimal ada tiga negara peserta yang ikut serta.

Eki Febri Ekawati mengaku baru mengetahui kabar ini dari media, sedangkan pengurus belum ada informasi apapun kepada dirinya.

"Agak kaget juga karena dari pihak federasi juga belum ada info mengenai hal itu. Jadi saya agak kaget juga dan saya lihat di (penayangan) berita 3 Mei, jadi baru kemarin (keputusannya)," kata Eki kepada detikSport, Rabu (4/5/2022).

Eki juga menyayangkan tuan rumah, Vietnam, yang malah tak menurunkan atletnya di nomor tolak peluru. Meskipun, keputusan satu cabor dipertandingkan atau tidak merupakan hak dari tuan rumah.

"Memang hak tuan rumah untuk mencoret atau tidak mempertandingkan nomor tersebut. Cuma disayangkan kenapa Vietnam tidak turun. Dalam keadaan seperti ini pasti menurut saya negara-negara yang dirugikan seperti Malaysia, Thailand, (pasti merasa) kenapa tidak sejak awal. Tiba-tiba ini kan H-9," ujar peraih medali emas SEA Games 2017 ini.

"Dan seharusnya jika memikirkan prestasi dan pembinaan kirim saja atlet tuan rumah, tapi ini Vietnam malah tak mengirimkan atletnya."

Sebagai gambaran, cabang tolak peluru di SEA Games 2017 Kuala Lumpur diikuti enam peserta dari empat negara. Thailand mengirimkan dua atletnya, begitu pun Malaysia. Sementara Indonesia dan Singapura masing-masing menurunkan satu atletnya.

Sedangkan di SEA Games 2019 Manila, tuan rumah mengirimkan satu atlet, begitu pun Indonesia dan Laos, serta Thailand 2 atlet.

Eki lantas berharap ada solusi terbaik dari persoalan ini. Bagaimana pun, ia sudah melakukan persiapan sejak tahun lalu, mengingat SEA Games Vietnam merupakan multievent yang tertunda. Seharusnya multievent terakbar regional ASEAN ini digelar November 2021.

Eki Febri Ekawati meraih perak di SEA Games 2019 Filipina, Selasa(10/12/2019). Dia membuat tolakan sejauh 15,08 meter.Eki Febri Ekawati meraih perak di SEA Games 2019 Filipina. (Foto: Mercy Raya/detikSport)

"Harapannya tetap bisa bertanding karena persiapan juga sudah sangat panjang. Dan sekarang sudah siap berangkat dan tanding," katanya.

"Bahkan target saya sendiri untuk nanti di SEA Games ini bisa pecahkan rekor nasional. Kemarin beberapa kali latihan dalam dua pekan terakhir, tolakan saya melampui Rekornas saat PON Papua (15,77 meter)."

"Bahkan ada yang tembus 16 meter. Jadi mudah-mudahan ada solusi terbaik dengan diikutsertakan wakil Vietnam. Jadi 3 negara," Eki mempertegas.



Simak Video "PBESI Yakin Esports RI Raih 6 Medali Emas di SEA Games"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/bay)