ADVERTISEMENT

Jadi PNS Kemenpora, Ni Nengah: Terima Kasih Pak Presiden

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 12 Agu 2022 03:15 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (kanan) memberikan surat keputusan pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepada Lifter Ni Nengah Widiasih (kedua kanan) di Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Pemerintah mengangkat sebanyak 193 atlet berprestasi, di antaranya 57 atlet difabel dan 136 atlet nondifabel, menjadi PNS sebagai wujud terima kasih atas prestasi para atlet sekaligus untuk memotivasi agar dapat lebih berprestasi di kancah internasional, khususnya Olimpiade dan Parilimpiade. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Paralifter Ni Nengah Widiasih diangkat jadi PNS Kemenpora (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Ratusan atlet baru saja diangkat jadi pegawai negeri sipil di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ni Nengah Widiasih berterimakasih kepada Presiden RI Joko Widodo.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali akhirnya menepati janjinya untuk mengangkat para atlet berprestasi menjadi aparatur sipil negara. Ada total 193 atlet yang dilantik jadi PNS Kemenpora, Rabu (10/8) kemarin.

Dari total 193 atlet itu, ada 136 atlet biasa dan 57 atlet penyandang disabilitas. Namun, tidak semua atlet hadir di Auditorium Wisma Kemenpora karena beberapa sedang mengikuti Islamic Solidarity Games 2022 di Konya, Turki.

Dalam acara bertajuk Pengambilan Sumpah PNS, ada atlet powerlifting (angkat berat) putri Indonesia Ni Nengah Widiasih. Dia merasa senang karena pemerintah makin peduli dengan kesejahteraan atlet ke depannya. Widi secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Jokowi dan Amali.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Pak Menpora Amali atas penghargaan ini. Diangkat sebagai PNS ini saja sudah merupakan penghargaan yang luar biasa bagi kami," ucap Widi dalam rilis kepada detikSport.

Meski sudah diangkat jadi PNS, Widi tetap ingin berkarier dulu sebagai atlet. Sebab masih banyak mimpi yang ingin dikejarnya, termasuk tampil di Paralimpiade Paris 2024.

"Saya sendiri masih tetap menjadi atlet, tetap fokus latihan. Saya masih ingin terus mengejar mimpi dan masih latihan di pelatnas. Masih banyak kedepan kualifikasi-kualifikasi yang akan diikuti untuk persiapan bertanding di Paralimpiade Paris 2024 mendatang," kata Widi.

"Kalau di tahun ini kualifikasi saya sudah cukup, mungkin yang terdekat di awal tahun depan yaitu World Championship di Dubai dan masih ada kualifikasi-kualifikasi yang lainnya," Widi menambahkan.

Atlet kelahiran 12 Desember 1992 tersebut berharap prestasi yang telah diraihnya mampu menyemangati serta memberikan contoh bagi para juniornya di masa depan.

"Semoga apa yang terjadi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet yunior dan atlet-atlet muda lain agar bisa berprestasi lebih baik lagi kedepan. Semoga nanti mereka bisa mengikuti jejak kami bahkan lebih baik," ungkap peraih medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020 ini.

(mrp/pur)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT