ADVERTISEMENT

Niat Eko Roni Catatkan Sejarah MMA Indonesia di One Championship

Afif Farhan - Sport
Sabtu, 10 Sep 2022 12:20 WIB
Eko Roni Saputra
Niat Eko Roni Catatkan Sejarah MMA Indonesia di One Championship (Foto: DUX CARVAJAL/One Championship)
Jakarta -

Eko Roni Saputra terpukau oleh kemenangan Demetrious Johnson atas Adriano Moraes. Eko berharap bisa menghadapinya demi catatkan sejarah baru di dunia MMA Indonesia di One Championship.

Demetrious Johnson menang atas Adriano Moraes di ONE Fight Night 1 pekan lalu. Eko Roni pun antusias menyambut peluang untuk menghadapi sang juara dunia baru ONE Championship tersebut di masa mendatang.

Jagoan MMA asal Indonesia ini mengaku telah lama mengidolakan Johnson yang kini menguasai divisi flyweight, kelas yang sama dengan atlet kelahiran Samarinda ini. Dengan torehan ciamik yang Eko raih sejauh ini, peluang untuk menghadapi sang petarung legendaris sangat terbuka.

"Kemenangan DJ (sapaan akrab Demetrious Johnson) lawan Adriano jadi perbincangan di kelas flyweight. Semua ingin melawan DJ. Saya bungkam karena belum berada di top 5. Kalau saya di top 5, saya bisa menyebut nama dia," ujar Eko dalam sebuah wawancara.

"Tidak menutup kemungkinan saya akan melawan dia, karena saya dan DJ ada di satu divisi. Tinggal menunggu waktu. Apabila saya sudah ada di top 5, saya pasti ketemu dia. Misal saya menang lawan peringkat 2 atau 3, saya akan sebut nama DJ," lanjut Eko.

Kemenangan KO lewat lutut terbang dari atlet berjulukan "Mighty Mouse" ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta MMA global. Bahkan, nama Demetrious Johnson dan ONE Championship menjadi topik trending di Twitter dan media sosial lain.

Hasil itu juga mempertajam rekornya menjadi 31-4-1 (menang-kalah-imbang). Selain diraih lewat cara yang memukau, serangan pamungkas pada ronde keempat tersebut juga menjadi pembalasan manis atas kekalahan yang Johnson derita dari musuh yang sama pada April 2021. Kala itu, serangan lutut setajam tombak dari Moraes menghunjam deras dan mengakhiri laga.

Dengan kemenangan ini, status Johnson sebagai salah satu atlet MMA terhebat sepanjang masa pun semakin menguat. Sebelumnya, ia adalah pemilik rekor di UFC sebagai juara dengan rekor pertahanan gelar berturut-turut terbanyak (11 kali).

Di sisi lain, kiprah Eko di ONE Championship juga tengah menanjak. Juara gulat nasional ini sedang menorehkan enam kemenangan beruntun yang semuanya diraih pada ronde pertama. Dalam laga terakhirnya pada 11 Maret lalu di ONE: LIGHTS OUT, ia berhasil mengalahkan Chan Rothana, musuh bebuyutan Indonesia yang sebelumnya mampu mengalahkan dua juara MMA tanah air.

Dengan bekal pengalaman serta rekan latihan kelas dunia di Evolve MMA Singapura, Eko memenuhi berbagai syarat untuk menjadi petarung Indonesia pertama yang bisa menantang seorang juara dunia. Terlebih, ia punya motivasi berlipat untuk menembus lima besar divisinya.

"Untuk saat ini, saya akan berfokus bagaimana agar bisa berada di top 5. Tapi sangat mungkin bagi saya untuk ketemu dia. Apabila saya ditunjuk ketemu lawan DJ, persiapan tentunya akan jauh lebih baik dan akan lebih memantapkan strategi. Setiap kekuatan pasti ada celah dan saya akan belajar cari kelemahan dia," urai petarung 31 tahun ini.

"Insyaallah, saya akan terus berusaha dan apabila ada panggilan saya akan habis-habisan lawan dia. Jika suatu hari saya ketemu dia, saya akan buat kejutan" ujarnya.

Jadi Pertarungan Bersejarah bagi Indonesia

Catatan enam kemenangan beruntun pada ronde pertama merupakan rekor tersendiri Eko Roni Saputra di ONE Championship. Belum ada petarung lain yang berhasil menyemai torehan tersebut sejauh ini. Terlebih, Eko juga masih memegang rekor sebagai pemilik kemenangan KO tercepat di divisi flyweight.

Rekor itu tercipta saat Eko menghabisi petarung China Liu Peng Shuai hanya dalam waktu 10 detik sejak ronde pertama dimulai.

Meski mengakui jika persaingan di kelasnya kian meruncing, Eko percaya kemampuannya akan terus berkembang dan ia bisa meledak kapan pun ia mau sesuai julukan "Dynamite" miliknya.

"Dan ini pun masih banyak yang meremehkan saya. Di kelas saya mungkin juga banyak yang meremehkan, cuma saya ambil positifnya. Dengan meremehkan saya, saya akan buat ledakan yang lebih besar," ujarnya.

Eko Roni SaputraEko Roni Saputra (Foto: DUX CARVAJAL/One Championship)

Saat ini, Eko Roni Saputra masih menunggu panggilan berlaga sembari terus mengasah kemampuannya. Yang pasti, kesempatan menghadapi Demetrious Johnson menjadi satu motivasi untuk terus mempertajam pukulan serta kuncian mautnya.

Saat kesempatan itu tiba, Eko percaya laga antara dirinya menghadapi sang atlet Amerika akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi perkembangan olahraga Indonesia.

"Menurut saya, ini bukan cuma peristiwa besar, tapi sebuah momentum luar biasa," pungkasnya.

(aff/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT