ADVERTISEMENT

Rowing dan Kano Tak Dilombakan di SEA Games, PODSI Cari Event Pengganti

Mercy Raya - Sport
Rabu, 21 Sep 2022 15:10 WIB
Pedayung Ardi Risedi (kanan) dan Kakan Rusmana berselebrasi usai mencapai garis finis di urutan pertama dalam babak final nomor lightweight mans double scull cabana saying SEA Games 2021 di Hai Phong, Vietnam, Rabu (11/5/2022). Ardi dan Kakan memenangkan medali emas yang pertama bagi kontingen Indonesia dalam SEA Games Vietnam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Dayung dan Rowing tak dilombakan di SEA Games 2023, PB PODSI mencari ajang lain. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Cabang rowing dan kano diputuskan tak diperlombakan di SEA Games 2023 di Kamboja. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) cari alternatif event lain untuk menggantinya.

Seperti diketahui, selain rowing dan kano, Kamboja selaku tuan rumah multiajang olahraga dua tahunan tersebut juga memutuskan tak melombakan panahan, menembak, serta catur. Padahal tiga di antaranya itu merupakan cabang-cabang Olimpiade.

Bagi Indonesia, keempat cabang tersebut merupakan lumbung medali emas Merah-Putih. Pada SEA Games edisi sebelumnya, rowing Indonesia merebut delapan medali emas dan enam medali perak. Sedangkan cabang kano merebut enam medali emas, delapan medali perak, dan tida medali perunggu.

Wakil Ketua Umum PB PODSI Budiman Setiawan mengatakan pihaknya bersama negara-negara Asia Tenggara lain sudah melobi tuan rumah sejak tahun lalu agar dua cabang yaitu rowing dan kano dapat dipertandingan di SEA Games Kamboja.

Namun, pendekatan itu tidak berhasil sebab tuan rumah bersikeras dengan keputusannya. Tidak mempertandingkan rowing dan kano, dan hanya memperlombakan traditional boat race saja.

"Kami sudah melobi Kamboja sejak tahun lalu supaya ada kegiatan rowing dan kano. Bahkan, bukan saya sendiri tapi ada dari federasi Asia juga, dan federasi internasional juga telah mengirim surat," kata Budiman kepada detikSport, Rabu (21/9/2022).

"Malah, saat SEA Games 2023 kemarin pun, Kamboja sudah dibantu oleh Vietnam agar atletnya bisa bertanding di sana. Saya juga sudah datang lagi bersama pengurus PODSI, lalu Presiden Rowing dan Kano Asia sekitar Juni-Juli lalu guna mencari tahu apa yang menjadi kesulitan Kamboja agar dapat dibantu."

"Misalnya kesulitannya perahu, masing-masing negara sudah siap membawa sendiri, Kamboja tinggal siapkan perahu untuk mereka saja. Kami juga siap menampung atlet mereka jika ingin berlatih ke beberapa negara, misalnya ke Indonesia, Thailand, dan Vietnam, termasuk membiayai akomodasinya. Sampai sudah sebegitu jauh kami melobi," dia menuturkan.

"Tapi ternyata keputusan pemerintah Kamboja tetap tidak bersedia mempertandingkan rowing dan kano, hanya traditional boat race saja," ujarnya.

Budiman sekaligus menyayangkan karena tak ada alasan khusus yang dibeberkan pemerintah Kamboja terkait keputusan mencoret cabor tersebut.

"Enggak ada penjelasan lebih lanjut. Kalau alasannya venue, kamI sudah datang ke venuenya, dan sudah mengarahkan pemasangan lintasan segala macam, sudah dipaparkan juga. Jadi sebetulnya tak ada alasan, alasannya tak punya atlet saja," kata Budiman.

Meskipun akhirnya tak dipertandingkan, menurut Budiman, PODSI tak akan menghentikan pembinaan atletnya. Mereka disebut akan mencari event sebagai pengganti SEA Games 2023.

"Jadi sebetulnya tak ada masalah cuma mencari pengganti SEA Games saja. Mungkin mengikuti beberapa world cup series atau kejuaraan pada tahun depan sebagai uji coba menuju Asian Games dan kualifikasi Olimpiade," tutur Budiman.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT