ADVERTISEMENT

Tak Patok Target Tinggi, Lead Indonesia Diminta Perbaiki Peringkat Dunia

Mercy Raya - Sport
Jumat, 23 Sep 2022 04:10 WIB
Vedriq Leonardo asal Kalimantan Barat (baju merah) bertanding melawan Raharjati Nursyam asal Jawa Barat di laga final cabang Panjat Tebing nomor Speed Perorangan Putera yang berlokasi di Kawasan SP5 Kabupaten Mimika,Jumat (1/10/2021).

(Foto: PB PON XX PAPUA 2021/Peksi Cahyo)
Ilustrasi panjat tebing. (Foto: dok. PON Papua/Peksi Cahyo)
Jakarta -

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) tak mematok target tinggi pada nomor lead di International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2022 Jakarta. Atlet hanya diminta perbaiki peringkat.

Seperti diketahui, Kejuaraan Dunia Panjat Tebing yang diselenggarakan di kawasan SCBD, Jakarta, pada 24-26 September melombakan dua nomor. Selain speed, juga nomor lead.

Indonesia mengikuti dua nomor tersebut dengan menurunkan 42 atlet, yang di bagi 22 atlet dipersiapkan untuk speed. Sisanya nomor lead. Dibandingkan speed yang menempatkan dua atletnya di peringkat satu dan dua dunia. National team Indonesia lead tak secermelang itu.

Menurut laman IFSC-climbing.org, tim lead Indonesia berada di peringkat 27 dunia. Sedangkan para atletnya seperti Musauwir di urutan ke-93. Kemudian Muhammad Rizky Syahrafl Simatupang di posisi ke-131, serta Muhammad Ferza Fernanda Abdi di peringkat 147 dunia.

Sekretaris Umum FPTI, Florenciano Hendricus Mutter, menyadari jika peta kekuatan tim lead masih jauh jika dibandingkan negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Slovenia, dan Prancis.

Untuk itu, di kejuaraan kali ini, federasinya tak mematok target tinggi. "Lead kita masih jauh. Kita masih ada di 40-an besar. Ya, mudah-mudahan bisa menyodok ke 20 besar," kata Hendricus kepada pewarta, Kamis (22/9/2022).

"Jadi itu kalau sudah tercapai 20 besar keren lah, luar biasa. Tapi kalau masuk 10 besar rada-rada berat, tapi bukan berarti tidak mungkin," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid juga menegaskan bahwa persoalan lead bukan hanya melibatkan atlet saja, namun ketersediaan pembuat jalur berstandar internasional. Hal ini lah yang masih FPTI lakukan untuk membuat pondasinya lebih dulu. Dengan harapan, buahnya dapat dipetik saat Olimpiade 2028 di Los Angeles.



Simak Video "Menpora Buka Climbing World Cup 2022 di Jakarta: Saya Sangat Bangga"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT