Dear Menpora, Papua Ingin Gelar Lebih Banyak Event Olahraga

ADVERTISEMENT

Dear Menpora, Papua Ingin Gelar Lebih Banyak Event Olahraga

Tim Detikcom - Sport
Rabu, 26 Okt 2022 00:10 WIB
Foto udara Stadion Lukas Enembe jelang pembukaan PON Papua di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2021). Pembukaan PON Papua akan digelar pada 2 Oktober mendatang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Papua ingin lagi jadi tuan rumah event olahraga bergengsi (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jayapura -

Sudah setahun sejak Papua jadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2021. Bumi Cendrawasih rupanya ingin menggelar event-event olahraga bergengsi lainnya.

PON Papua terlepas dari segala persoalan di luar arena, sudah membangkitkan ekonomi Papua di tengah Pandemi Covid-19. Saat dihelat 2-15 Oktober 2021, tidak cuma Jayapura, tapi kota lain seperti Merauke dan Mimika juga kena dampak positif.

Maka dari itu perlu adanya event olahraga lebih banyak untuk menjaga semangat keolahragaan dan ekonomi di Papua. Apalagi disayangkan jika bangunan megah seperti kompleks Stadion Papua Bangkit nantinya jarang dipakai dan malah terbengkalai.

Dengan banyaknya venue olahraga di dalam sana, maka ada harapan untuk Papua bisa menjadi tuan rumah untuk berbagai macam event olahraga baik tingkat nasional maupun internasional.

Sejak Persipura Jayapura tampil di Piala AFC beberapa tahun lalu, praktis tidak ada lagi ajang atau laga internasional dihelat di sana. Stadion Papua Bangkit pun tidak masuk dalam daftar venue di Piala Dunia U-20 2023.

Itulah harapan dari Ketua KONI Kenius Kogoya saat menjalani Sidang Terbuka Promosi Promosi Doktor dalam Bidang Kajian Utama Antropologi untuk Kenius Kogoya, di Auditorium Universitas Cendrawasih, Kampus Uncen Abepura, Jayapura, Selasa (25/10/2022).

Menpora Zainudin Amali-Kenius KogoyaMenpora Zainudin Amali-Kenius Kogoya Foto: dok.Kemenpora

Kenius mempertahankan disertasinya berjudul Nasionalisme, Kebudayaan dan Olahraga: Studi Dampak Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada Orang Asli Papua. Sidang terbuka ini dipimpin langsung oleh Rektor Uncen Dr. Apolo Safanpo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali hadir sebagai penguji eksternal.

"Rekomendasi dari penelitian ini yaitu, harus ada lebih banyak even-even dilaksanakan di tanah Papua ini, baik event-event olahraga tingkat daerah, nasional dan tingkat internasional," tutur Kenius dalam keterangan kepada media.

"Kebetulan ada Pak Menpora di sini, kami minta supaya ada lebih baik lagi even-even nasional dan internasional di Papua," Kenius menambahkan.

Sementara itu Amali mengapresiasi rektor Uncen dan jajarannya karena telah mendukung serta mendorong tema dan judul disertasi Kenius tersebut.

"Hari ini saya hadir di Uncen ini karena saya melihat judul disertasinya yakni Dampak dari Pelaksanaan PON Papua terhadap rasa Nasionalisme dan Budaya Asli Orang Papua. Saya kira ini menarik karena ini hal yang pertama dilakukan di Indonesia," kata Amali.

"Saya apresiasi kepada pak Rektor dan para promotor yang berani mendorong tema dan judul ini. Saya kira dengan judul ini harus ada keyakinan penuh dari penelitinya, promotor dan co promotornya. Sebab, jika tidak jika ragu sedikit saja tentang tema dan judul disertasi ini maka tidak akan fokus tentang apa yang akan dituju."



Simak Video "Menpora Tak Izinkan GBK untuk Konser Blackpink-Raisa"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT