Masa depan atlet Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Menpora Erick Thohir kini tengah menggodok skema dana pensiun atlet agar para pahlawan olahraga ini memiliki jaminan hari tua yang layak.
Erick menjelaskan program besar Kemenpora mencakup berbagai aspek, mulai dari kepemudaan, peningkatan prestasi olahraga, pemudayaan olahraga di masyarakat, pembinaan atlet usia dini, dana pensiun atlet hingga Training of Trainers (ToT) untuk atlet disabilitas.
Untuk bidang keolahragaan, Erick menegaskan fokus utama tetap pada peningkatan prestasi atlet di ajang Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Namun, wacana dana pensiun atlet juga menjadi perhatian serius dan kini masih dalam tahap perumusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Erick, ada tiga poin besar dalam penerapan dana pensiun atlet, yakni sistem pemotongan dana, struktur pengawasan, serta penggunaan sisa dana.
"Selama ini kan dana pensiun itu dipotong dari gaji, itu kalau secara formal. Tapi atlet kan pekerjaan informal, apakah bisa? Lalu saya lagi bertanya ke Malaysia, dana pensiun mereka seperti apa sistem potongannya. Begitu juga tanya ke India. Kalau sesuai, kita jiplak saja, nanti tinggal diimprovisasi," kata Erick di sela-sela silaturahmi dengan media, di kawasan Kuningan, Selasa (24/2/2026) malam.
"Lalu apakah nanti sistemnya potongan bulanan diambil dari bonus atau bagaimana? Makanya Kemenpora bentuk tim pakar untuk godok formula yang baik. Kedua, strukturnya seperti apa? Keterwakilan publik seperti apa untuk pengawasan guna menghindari adanya korupsi. Kan selama ini yang kita tahu pemberitaan banyak dana pensiun dikorupsi."
"Ketiga, penggunaan dananya nanti seperti apa? Kalau ada sisa dana, maka investasi apa yang sesuai. Nah, apakah 2026 akan selesai, saya juga tidak yakin," tuturnya.
Selain itu, Erick juga menindaklanjuti kerja sama dengan sejumlah kementerian seperti Kemendagri, Kemenparekraf, Kementerian UMKM, dan Kemendikdasmen untuk memperkuat ekosistem olahraga di Indonesia.
"Alhamdulillah kerjasama kita dengan kementerian lain seperti dengan Kemendagri, Kementerian UMKM sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang akan menindaklanjuti terkait pengelolaan aset-aset olahraga di daerah, dan akan dibentuk satgas. Bahkan dengan Kemenpar sendiri Alhamdulillah kita sudah diberikan 9 job desk," ujarnya.
Terkait Kemendikdasmen, Erick menyebut telah disepakati implementasi 21 cabang olahraga dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
"Untuk yang SMA nantinya akan diberikan pilihan menjalankan cabor Mother of Sport (renang, atletik, senam). Itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah," tambahnya.
Di sektor kepemudaan, Kemenpora juga menyiapkan sejumlah program baru seperti Youth Camp yang menggabungkan seluruh program kepemudaan dan disinergikan dengan daerah.
Selain itu, akan digelar Indonesia Youth Summit sebagai bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kemenpora juga menyiapkan lomba debat dan pidato sebagai wadah bagi anak muda menyampaikan gagasan untuk bangsa.
"Untuk program kepemudaan kita ingin fokus menjalankan program yang sesuai dengan kondisi anak muda. Seperti Youth Camp, Indonesia Youth Summit hingga lomba debat dan pidato untuk anak muda," kata Erick.
(mcy/krs)










































