Tak semua momen di pertandingan NBA All Star 2015 antara Barat dan Timur muncul di layar kaca. Ada jeda iklan yang menjadi kewajiban setiap televisi ketika time out atau pergantian kuarter. Ada kisah menarik apa saja selama masa tersebut?
detikSport sebagai satu-satunya media dari Indonesia yang diundang oleh @NBA_Indonesia ke pertandingan di Madison Square Garden, menyaksikan beberapa gelaran acara sebelum pertandingan dimulai. Ada yang sifatnya hiburan, namun tak sedikit juga yang berhubungan dengan kegiatan sosial.
Pukul 18.00, Minggu (15/2/2015), ada acara Pregame Concert di Hammerstein Ballroom, New York City. Artis yang tampil di sana adalah Becky G, penyanyi cantik yang sedang digandrungi remaja AS, dan tentu saja penyanyi rap terkenal Ne-Yo. Pemain NBA juara kontes Slam Dunk, Zach LaVine, sempat datang dan menyapa para penggemarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, baru mulai persiapan pertandingan utama. Para pemain sempat melakukan pemanasan dulu sebelum dipanggil ke panggung. Mereka melakukan latihan tembakan, namun sesekali ada juga yang menemui fans dan memberi tanda tangan.
Terlihat paling serius mempersiapkan diri adalah Russel Westbrook dan Lebron 'King' James. Keduanya terus melatih tembakan sambil meregangkan badan.

Akhirnya, tibalah pemanggilan para pemain ke atas panggung. Berbeda dengan konsep tahun lalu, di mana para pemain naik melalui semacam lift kecil di tengah panggung, kini mereka dipanggil berdua, saling berhadapan.
Sebelum memanggil pemain, MC memperkenalkan terlebih dulu pelatih tim Barat dan Timur, Steve Kerr dan Mike Budenholzer. Lalu, pemain yang dipanggil pertama kali adalah Dwayne Wade dari Miami Heat dan Anthony Davis dari New Orleans Pelican. Keduanya tidak tampil karena cedera. Namun tetap mendapat sambutan hangat dari publik.
Berturut-turut kemudian dipanggil Dirk Nowitzki, Paul Millsap, Tim Duncan, Chris Bosh dan para pemain lainnya. Yang menarik dalam momen ini adalah ketika kakak-adik Pau Gasol dan Mark Gasol dipanggil. Ini adalah rekor pertama seorang yang bersaudara, main jadi starter All Star. Mereka sempat berpelukan lalu menuju lapangan. Tepuk tangan meriah sempat diberikan penonton pada keduanya.

Tentu saja, di antara para pemain lain, Carmelo Anthony dari New York Knicks yang paling mendapat sambutan meriah. Dia adalah 'New Yorker' yang rela tetap bermain padahal dihantui cedera demi mewakili komunitasnya.
"Terima kasih atas semua dukungannya. New York!" teriaknya.
Tokoh Politik Hingga Aktor
Seperti biasa, gelaran All Star selalu mengundang daya tarik bintang-bintang lainnya. Ada tokoh politik sampai pemain film terkenal. Mantan presiden AS Bill Clinton terlihat duduk di deretan penonton. Di sampingnya ada legenda NBA Dikembe Mutombo.
Selain itu, ada juga sutradara yang dikenal sebagai fans berat NY Knicks Spike Lee, aktor Ansel Elgort, aktor Ethan Hawk, penyanyi Beyonce dan Jay Z. Di saat jeda, tampil di atas panggung Ariana Grande, Bestie Boys, para pemain dari Chicago, hingga Nicki Minaj.
Para legenda basket NBA juga diundang dan diberi penghargaan khusus. Di antara yang diberi kehormatan untuk ke tengah lapangan adalah Kareem Abdul Jabar dan Bill Russel. Ada juga momen khusus bagi legenda NY Knicks, seperti Phil Jackson dan nama-nama lainnya.
Saat Jeda
Beberapa acara saat jeda juga cukup menarik. Misalnya, ada kuis bagi para pemain bintang tentang kota New York. Pau Gasol, Anthony Davis, dan Chris Paul ditanya soal apa arti 'G-Dub'. Sebagian dari mereka tidak ada yang tahu, apalagi Gasol yang berasal dari Spanyol. Ternyata, G-Dub itu berarti jembatan George Washington.
Aksi reporter cilik New York Knicks juga mengundang tawa. Misalnya, Lebron James ditanya soal hewan yang paling ditakutinya. Dia menyebut anjing yang bukan miliknya.
"Bisakah kau tunjukkan muka saat sedang ketakutan?" tanya reporter cilik itu yang disambut LeBron dengan menekuk bibirnya.

Para penonton juga diajak untuk menari saat jeda. Lewat Dance Camera, siapa pun yang masuk dalam sorotan kamera wajib berjoget sesukanya. Para penonton lain pun terhibur. Seorang juru kamera bahkan ikut menari, padahal dia sedang bertugas di lapangan.
"Ayo kembali kerja, kita tidak mau kamu kehilangan pekerjaan!" tutur sang pembawa acara, tentu saja sambil bercanda.
Penghargaan khusus bagi para tentaram sempat juga terjadi ketika jeda. Para penonton berdiri dan memberi hormat pada mereka yang sudah dianggap berjuang membuat AS tetap aman.
Di Balik Panggung
detikSport juga berkesempatan melihat sejumlah persiapan di panggung. Tampak memang acara ini digarap dengan sangat serius. Setiap penampil di-briefing terlebih dulu, lalu melakukan latihan siang harinya. Beberapa penonton yang ikut ke lapangan juga didata.
Madison Square Garden terlihat sudah sangat terbiasa dengan acara-acara besar seperti ini. Mereka memodifikasi beberapa area khusus untuk jurnalis, mengatur pintu masuk dan keluar dengan sangat ketat, memberi petunjuk lokasi duduk di setiap seksi dan tak mengenal kompromi bila ada penonton yang nakal.

Secara umum, gelaran All Star 2015 ini berjalan sangat baik. Gabungan misi olahraga, sosial dan hiburan terbukti membuat penduduk New York dan dunia rela menembus dinginnya cuaca yang sampai -10 derajat celcius untuk menonton pemain kesayangan mereka.
Congratulations, New York City
(mad/a2s)











































