Karir Webber di arena 'Jet Darat' tidak terlalu memukau-memukau amat. Memulai debut di tahun 2002, baru pada tahun 2005 pembalap Australia itu bisa menjejak podium dengan finis pada posisi tiga di Monako.
Berkat hasil-hasil yang seadanya, sampai dengan akhir musim 2008 pun baru satu kali Webber bisa finis di posisi sepuluh besar klasemen akhir --posisi 10 tahun 2005.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, balapan di Abu Dhabi akhirnya berakhir mengecewakan untuk Webber yang hanya bisa finis di posisi delapan, membuatnya mengakhiri musim di peringkat tiga. Gelar juara sendiri disabet Sebastian Vettel, rekan Webber di Red Bull.
"Selamat kepada Seb atas gelar juara dunianya," kata Webber sportif saat diwawancara BBC.
Mencoba tetap tegar dan tak tenggelam dalam rasa kecewa mendalam, Webber pun menilai kalau musim ini masih menyisakan banyak hal positif. Ia juga masih cukup puas dengan hasil yang muncul, apalagi Red Bull juga keluar sebagai juara konstruktor.
Dengan semangat dan optimisme tersebut Webber pun punya jawaban singkat nan tegas saat ditanya apa ia akan kembali berusaha mengejar gelar musim depan. "Ya," lugasnya.
Tekad itu niscaya takkan ia wujudkan dengan mudah. Webber tak bisa membohongi usianya yang sudah 34 tahun sedangkan di lintasan masih ada banyak pembalap muda potensial yang juga mengusung ambisi serupa.
Jadi, apakah raihan musim ini akan jadi yang terbaik dalam karirnya? Tentu cuma waktu yang bisa menjawab.
(krs/nar)











































