ADVERTISEMENT

The Apprentice: ONE Championship Ajarkan Lima Hal Ini

Mohammad Resha Pratama - Sport
Minggu, 06 Feb 2022 04:30 WIB
The Apprentice: ONE Championship
Ada lima pelajaran bisa dipetik dari The Apprentice: ONE Championship (dok.The Apprentice: ONE Championship)
Singapura -

The Apprrentice: ONE Championship akhirnya tayang juga di Netflix. Ada lima pelajaran bisa dipetik dari reality show tersebut. Apa saja?

Sejak pertama kali ditayangkan secara global di Netflix, Selasa (1/2/2022), acara The Apprentice: ONE Championship menjadi trending di berbagai negara. Di Indonesia, The Apprentice ada di posisi ketujuh.

Lalu, di Singapura, The Apprentice sempat ada di posisi kedua. Sementara di beberapa negara seperti India dan Thailand serta beberapa negara Eropa juga menempatkan acara ini di urutan teratas favorit penonton.

Nah, para penikmat Netflix akan diberikan 13 episode menegangkan dan seru dari persaingan para kandidat untuk jadi yang terbaik. Ada lima hal yang bisa dipetik dari reality show yang menggabungkan kekuatan otak dan otot ini:

1. Membaca masalah sebagai peluang
Solusi terbaik untuk berbagai permasalahan dunia kerap datang saat kita bisa membaca masalah yang ada. Ide-ide brilian seperti ojek daring atau video telekonferensi lintas negara mungkin tidak akan muncul jika kemacetan dan pembatasan wilayah tidak terjadi.

Di "The Apprentice: ONE Championship Edition", para kandidat ditantang untuk memecahkan permasalahan yang ada. Di salah satu episode misalnya, mereka harus berinovasi menciptakan produk yang relevan bagi para penggemar yang tak bisa hadir langsung untuk menonton ajang ONE Championship.

2. Menciptakan pesan yang memantik emosi

Setelah menciptakan produk yang relevan, salah satu tantangan terberat setelahnya adalah cara menyampaikan pesan. Produk atau jasa yang kita ciptakan akan menyasar pembeli yang punya rasa dan emosi. Maka sebagus apa pun hasil akhirnya, cara menyampaikan pesan adalah yang utama.

Tak jarang konsumen membeli barang atau jasa hanya karena tersentuh oleh pesan yang disampaikan. Hal ini pun terjadi dalam salah satu episode, di mana para kandidat diminta untuk membuat sebuah video marketing tentang bagaimana sebuah perusahaan penanam modal membantu para pengusaha skala mikro dan menengah.

Dengan era digital yang kian berkembang, maka pesan yang disampaikan akan menyebar secara cepat dari gawai masing-masing penggunanya dan ini bisa jadi kesempatan setiap perusahaan untuk mencuri hati konsumen.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT