detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 05 Feb 2019 11:44 WIB

Yamaha: YZR-M1 2017 Terlalu Sensitif, Versi 2018 Malah Bebal

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Yamaha meluncurkan YZR-M1 untuk musim 2019. (Foto: Grandyos Zafna) Yamaha meluncurkan YZR-M1 untuk musim 2019. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Yamaha kesulitan tampil kompetitif di persaingan gelar MotoGP dua musim terakhir. Mereka mengakui ada problem serius di periode tersebut.

Yamaha tertinggal dari Honda dan Ducati di persaingan gelar MotoGP dua musim terakhir. Pabrikan asal Jepang ini hanya mampu menempatkan ridernya di posisi tiga kejuaraan dunia.

Maverick Vinales finis ketiga di klasemen akhir 2017, di belakang Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati). Tahun lalu, giliran Valentino Rossi di belakang Marquez dan Dovizioso.




Di musim 2017 Vinales sejatinya mengawali dengan baik, merebut tiga kemenangan di lima seri pertama. Tapi setelah itu performanya melorot drastis dan tak mampu lagi menjuarai seri. Sementara Rossi hanya meraih satu kemenangan di musim itu.

Tahun 2018 malah berjalan lebih buruk. Rossi tak meraih kemenangan meski finis ketiga di klasemen akhir, sementara Vinales merebut satu kemenangan di Australia ketika Marquez sudah berstatus juara dunia.

Manajer Umum Divisi Pengembangan Motorsport Yamaha Kouichi Tsuji menjelaskan situasinya. Di 2017, para rider terkendala YZR-M1 yang terlampau peka terhadap perubahan kecil.




Saat tim mencoba mengurangi kepekaan itu, yang terjadi justru motor 2018 menjadi terlalu bebal. Motor musim lalu lambat merespons perubahan-perubahan setelan.

"Motor 2017 itu terlalu sensitif terhadap setelan, terhadap temperatur lintasan atau situasi-situasi semacam itu. Lalu kami mencoba membuatnya lebih kapabel, stabil, sehingga perubahan kecil tak memengaruhi motor atau pebalap di 2018," ungkap Tsuji dilansir Crash.

"Jadi di 2017 motornya terlalu sensitif, lalu tahun lalu kami mencoba untuk membuatnya tak terlalu peka. Tapi pada akhirnya kami menemukan masalah di mana ketika kami mengubah sesuatu, motornya malah tak bereaksi," tambahnya.

Untuk menyambut tahun ini, Yamaha sebelumnya sudah memberikan dua mesin dengan spesifikasi berbeda untuk Rossi dan Vinales. Vinales cukup optimistis setelah menjajal mesin baru, sementara Rossi masih ragu apakah mesin 2019 bisa bersaing di baris terdepan.




Tsuji menyebut bahwa di tes pramusim Sepang akhir pekan ini, Yamaha hanya akan memberikan satu mesin yang sama. Namun ada sejumlah bagian di luar mesin yang berbeda, yang akan dievaluasi.

Tsuji turut menegaskan bahwa pengembangan motor kedua pebalap dilakukan di jalur yang sama.

"Mereka berdua di arah yang sama. Karena sejujurnya, di lima balapan terakhir musim lalu keduanya punya setelan yang hampir sama," ungkapnya.

"Mungkin di bagian akhir saja, sekitar 1-5%, terkait opsi kesukaan pebalap yang berbeda. Pastinya akan ada perbedaan kecil antara motor mereka, tapi bukan di jalur yang berbeda," tandas Tsuji. (raw/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed