Ducati Ingin Jack Miller Perbaiki Hal Ini

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Jumat, 21 Jan 2022 18:20 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 18: Jack Miller of Australia and Ducati Lenovo Team heads down a straight during the qualifying practice during the MotoGP Of San Marino - Qualifying at Misano World Circuit on September 18, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jack Miller empat kali gagal finis di MotoGP 2021. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Jack Miller sebenarnya jadi jagoan Ducati di persaingan gelar MotoGP 2021, namun justru finis di belakang Francesco Bagnaia. Ducati masih percaya penuh padanya.

Miller diangkat sebagai pebalap utama Ducati dari tim Pramac pada MotoGP 2021 lalu, setelah kepergian Andrea Dovizioso. Pabrikan yang bermarkas di Bologna itu juga mempromosikan Francesco Bagnaia untuk jadi pendamping pebalap asal Australia tersebut.

Dengan pengalaman Miller yang lebih besar, Ducati memproyeksikannya sebagai petarung untuk persaingan gelar. MotoGP 2021 adalah musim ketujuhnya di kelas primer, sedangkan Bagnaia baru memasuki musim ketiga.

Tapi rupanya justru Bagnaia yang lebih kompetitif di persaingan gelar, walau pada akhirnya harus mengakui keunggulan pebalap Yamaha Fabio Quartararo. Bagnaia finis kedua di klasemen kejuaraan dunia dan Miller ada di urutan keempat.

Miller total membukukan dua kemenangan namun empat kali gagal finis. Bagnaia menjalani musim yang lebih bersih karena hanya dua kali gagal finis dan empat kali menjuarai seri.

Hasil itu tak mengubah keyakinan Ducati pada Jack Miller. Namun Direktur Keolahragaan Ducati Paolo Ciabatti menyoroti satu aspek yang dianggap menghambat Miller untuk lebih kompetitif, yakni manajemen ban.

"Ketika kami memutuskan membawa Jack dan Pecco ke tim pabrikan, kami melakukannya setelah paruh kedua musim 2020 ketika Jack super kompetitif dan Pecco yang kesulitan sejak jatuh di Misano. Idenya saat itu jelas adalah memulai dengan Jack sebagai pesaing juara dan Pecco bertarung buat lima besar dan melihatnya berkembang," ujar Ciabatti dikutip Crash.

"Tidak ada yang meragukan talenta Jack. Dia adalah salah satu pebalap terkencang di kondisi-kondisi tertentu, dia juga mungkin yang terbaik atau salah satu yang terbaik dalam kondisi basah atau setengah basah."

"Tapi terkadang gaya balapannya tidak membantunya menghemat ban di paruh kedua balapan. Saya rasa ini adalah salah satu area di mana kami perlu membantunya untuk lebih baik lagi," imbuh Ciabatti.

(raw/krs)