detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 14 Des 2018 18:37 WIB

PR Greysia Polii dkk Segede Gunung

Mercy Raya - detikSport
Foto: dok. Humas PBSI Foto: dok. Humas PBSI
Guangzhou - Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putri, Eng Hian, kecewa dengan hasil Greysia Polii/Apriyani Rahayu di BWF World Toour Finals 2018. Dia bilang PR (pekerjaan rumah) ganda putri masih banyak.

Greysia/Apriyani gagal mencatatkan kemenangan di BWF World Tour Finals 2018. Mereka tersingkir sebagai juru kunci.

Padahal, saat menjalani laga ketiga babak grup, peluang Greysia/Apriyani ke babak semifinal belum benar-benar tertutup. Tapi, mereka justru kalah dari ganda China, Du Yue/Li Yinhui lewat laga dua gim 18-21, 7-21 di Tianhe Gymnasium, Jumat (14/12) dalam tempo waktu 38 menit.

Greysia/Apriyani juga tak berkutik di dua laga sebelumnya. Mereka dikalahkan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) 11-21 dan 16-21, serta tumbang di tangan Chen Qingchen/Jia Yifan (China) 14-21, 8-21.


Eng Hian kecewa dengan laju Greysia/Apriyani di turnamen bulutangkis USD 1,5 juta itu. Dia tak menyangka Greysia/Apriyani tak memetik kemenangan satu pun.

"Ini yang agak mengecewakan. Dengan penampilan di laga terakhir mereka seperti ini, tidak menunjukkan kapasitas mereka dan level mereka," kata pelatih yang karib disapa Koh Didi ini kepada detikSport, Jumat (13/12/2018).

Selain itu, Eng Hian juga menilai, jika fokus dan kemauan mereka bermain hari ini, tidak maksimal. Maka, tak heran hasilnya pun berujung kekalahan.

"Iya kira-kira seperti itu," dia menegaskan.



Pelatih asal Solo itu akan mengevaluasi anak asuhnya setelah tiba di Jakarta. Apalagi, turnamen ke depan sudah menunggu, termasuk rentetan kualifikasi Olimpiade 2020.

"Pasti ada lah. Masih banyak PR untuk ganda putri," dia menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed