detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 26 Sep 2020 19:30 WIB

Dua Legenda Bulutangkis Bicara Sosok Caketum PBSI yang Baru

Mercy Raya - detikSport
Taufik Hidayat Taufik Hidayat bicara soal sosok calon Ketum PBSI 2020-2024 (Femi Diah/detikSport)
Jakarta -

Dua legenda bulutangkis Taufik Hidayat dan Ricky Subagja mengomentari calon ketua umum PBSI yang baru. Mereka meminta sosok itu bisa membawa PBSI mandiri dalam pendanaan.

Menurut mereka, komitmen untuk membawa PBSI mandiri secara keuangan dan melakukan desentralisasi pembinaan di daerah menjadi kebutuhan PBSI yang harus dipenuhi oleh ketua umum baru ke depannya.

"Desentralisasi pembinaan di daerah, khususnya di luar Jawa, baik berbentuk pusdiklat bulutangkis atau pelatwil harus dibentuk dan dibiayai oleh PB PBSI secara mandiri," kata Taufik dalam keterangan resmi yang diterima detikSport, Sabtu (26/9/2020).

Dengan mandiri secara keuangan, sebut Taufik, maka PBSI punya keleluasaan mencari sponsor dan tidak hanya bergantung pada sponsor besar. "Sponsor-sponsor di daerah harus didekati dan diberi pengertian," tuturnya.

Ia juga berharap kepengurusan PBSI di masa mendatang dapat menyamaratakan pembinaan atlet di daerah dengan di kota-kota besar. "Siapapun pengurusnya jangan bawa nama daerah, tapi bawa nama Indonesia. Jadi, tidak ada yang bawa nama klub atau PB, harus bawa nama Indonesia," ungkap Taufik.

Hal yang sama diungkapkan Ricky. Dia bahkan secara terang-terangan menilai calon kandidat Ketua BPK Agung Firman Sampurna sebagai sosok yang mampu untuk memimpin PBSI periode 2020-2024.

"Saya kira sangat tepat, karena di samping beliau sebagai Ketua BPK dan ia juga mencintai bulutangkis. Saya harap beliau dapat menarik sponsor-sponsor lain untuk terus mendukung atlet daerah agar bisa berprestasi," terang peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 saat berpasangan dengan Rexy Mainaky.

Tak hanya dua legenda tersebut, pengurus provinsi juga menyatakan kebutuhan mereka terhadap sosok yang bisa membuat PBSI mandiri sehingga bisa melahirkan bibit-bibit unggul asli daerah.

Salah satunya Ketua Umum Pengprov PBSI Lampung Abdullah Fadri Aulia. Dia menyampaikan bahwa kekurangan PBSI selama ini adalah kurangnya pendanaan, baik di daerah maupun di pusat.

"Masih terkendala untuk mencari sponsor yang siap untuk membantu dalam rangka lebih mensuport agar kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih baik lagi," terang Abdullah.

Abdullah menambahkan bahwa sosok Agung dianggap sangat tepat untuk memimpin PBSI karena memang suka dengan bulutangkis. "Beliau juga tokoh nasional yang punya kemampuan intelektual dan berpengalaman memimpin lembaga besar seperti BPK," ujar Abdullah.

Ia yakin pria berusia 48 tahun itu mampu untuk menggaet mitra pengusaha yang mau mendukung pendanaan untuk pembinaan bulutangkis, khususnya di daerah.

"Saya yakin Agung akan memerhatikan kami yang ada di daerah dan akan sering turun ke daerah-daerah untuk melihat langsung fasilitas dan perkembangan atlet," terangnya.

Diketahui, kepengurusan PP PBSI era Wiranto akan segera berakhir Oktober ini. Selain Agung, nama lain yang muncul adalah Moeldoko.

Kepala Kantor Staf Presiden itu didorong untuk maju dalam bursa Caketum PP PBSI oleh deretan legenda bulutangkis, seperti Imelda Wiguna, Markis Kido, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Liem Swie King, Rudy Hartono, serta beberapa nama top lainnya.



Simak Video "Taufik Hidayat Sebut Kemepora Banyak 'Tikus', Menpora Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com