detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Okt 2020 19:23 WIB

Pendaftaran Balon Ketum PBSI: Sudah Ada yang Ambil Formulir

Mercy Raya - detikSport
Tim penjaringan ketum PBSI Tim penjaringan bakal calon ketum PBSI. (Foto: Dok. PBSI)
Jakarta -

Pendaftaran bakal calon ketua umum PBSI masa bakti 2020-2024 resmi dibuka pada 17 Oktober lalu. Sudah ada satu bakal calon yang telah mengambil formulir.

Disampaikan Ketua Tim Penjaringan Edi Sukarno, baru ada perwakilan dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna yang telah mengambil formulir.

"Yang mengambil baru pihak Pak Agung FS, tapi yang mengembalikan (formulir) belum (ada)," kata Edi kepada detikSport, Selasa (20/10/2020).

"Formulir itu sebenarnya hanya sebagai contoh. Sebab, sosialisasinya sudah kami lakukan sejak 2018 lalu. Barangkali ada yang di luar PBSI tidak tahu persyaratannya, jadi tidak ada kewajiban untuk mengambil formulir tersebut," ujarnya.

Lagipula, sebut Edi, saat ini yang paling krusial ialah pada 22-26 Oktober, merupakan batas waktu pengembalian formulir balon ketum PBSI. "Misalnya persyaratannya lengkap atau tidak dan pada hari terakhir itu ada batas waktunya hanya sampai pukul 17.00 WIB. Jika lewat satu detik, tidak boleh ada yang menyusul," dia menjelaskan.

Sehubungan dengan dukungan Pengprov, Edi menjelaskan, tiap pendaftar harus didukung minimal oleh 10 pengprov dengan membubuhkan tanda tangan Ketua Umum dan Sekretaris Pengprov. "Jika tidak ada salah satunya otomatis tidak sah. Tapi bisa juga dengan tanda tangan Ketua Harian dengan Wakil Ketua Umum, dengan catatan Ketumnya berhalangan. Misal urusan luar negeri, kan bisa saja."

"Tapi di luar itu tidak sah. Apalagi jika dukung kubu kiri dan kubu kanan, maka dengan sendirinya dianggap tidak sah," dia menegaskan.

Selain nama Agung Firman, nama Moeldoko sempat muncul dan diusung mengikuti bursa balon (bakal calon) Ketum PBSI. Tapi belakangan. Panglima TNI ke-18 itu menolak untuk ikut serta karena pertimbangan tugas yang kian banyak.

"Ya, tidak apa. beliau kan mengurusi negara. Kalaupun nanti akhirnya aklamasi tergantung dukungan Pengprov. Semisal ada pendaftar yang mendapat 25 dukungan pengprov, ya mau tak mau, karena sisa tujuh pengprov kan," dia menjelaskan.

"Tapi sekarang kan kita tidak tahu. Yang jelas Tim Penjaringan akan tahu pada 26 Oktober sore," tegasnya.

PBSI akan melaksanakan pemilihan calon ketua umum untuk periode 2020-2024 di JHL Hotel Serpong, Tangerang, 5-6 November. Selain penetapan Ketum yang baru, dalam Musyawarah Nasional PBSI juga dilakukan penyempurnaan AD/ART, dan ajang laporan pertanggungjawabam pengurus kepada Pengprov.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com