Jatuh Bangun Kepengurusan Wiranto Pimpin PBSI Selama Empat Tahun

ADVERTISEMENT

Jatuh Bangun Kepengurusan Wiranto Pimpin PBSI Selama Empat Tahun

Mercy Raya - Sport
Jumat, 06 Nov 2020 11:35 WIB
Ketua Umum PBSI, Wiranto menghadiri perayaan hari jadinya yang ke - 66 di gedung Sebaguna Pelatnas Cipayung, Sabtu (6/5). Perayaan juga ditandai dengan pelepasan tim Piala Sudirman berkekuatan 20 atlet.
Kepengurusan Wiranto di PBSI selesai hari ini, ini pasang surutnya. (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)
Jakarta -

Kepengurusan PP PBSI yang diketuai Wiranto purna tugas hari ini, Jumat (6/11/2020). Berikut pasang surut induk organisasi tepok bulu di rentang 2016-2020.

Induk olahraga bulutangkis tertinggi di Tanah Air itu akan berganti nahkoda menyusul pemilihan ketua umum PP PBSI yang baru.

Wiranto sendiri menyatakan tak lagi maju dalam bursa pemilihan ketua umum lantaran kesibukannya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden. Ia ingin lebih fokus.

"Secara tulus saya mengatakan bangga dan terhormat bisa memimpin bulutangkis, karena olahraga ini bisa mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di event-event internasional. Ini tidak mudah tapi kita bisa melakukannya," kata Wiranto dalam keterangan resminya.

Bukan tanpa alasan Wiranto mengatakan demikian. Pria berusia 74 tahun itu mengemukakan capaian yang telah diraih PBSI saat kepengurusannya dalam empat tahun terakhir.

Dalam masa kepemimpinan Wiranto, PBSI telah meraih 161 gelar juara internasional sepanjang 2017-2020. Sebuah prestasi yang tentunya berhasil diwujudkan dengan kerja keras dan kerjasama yang baik antar pengurus, pelatih dan pemain.

Gelar-gelar bergengsi yang diraih diantaranya adalah gelar Juara Dunia 2017 dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta tahun 2019 dari Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Dari panggung All England, Indonesia tercatat tak pernah absen memetik gelar di masa kepemimpinan Wiranto di PBSI. Pada tahun 2017 dan 2018, gelar All England datang dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Pada tahun 2019, sektor ganda putra masih menyumbang gelar lewat pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Sedangkan tahun ini, gelar juara datang dari ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pada gelaran Asian Games 2018, bulutangkis menyumbang dua emas untuk kontingen Indonesia lewat tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Dua perak dari tim beregu putra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, serta empat perunggu dari tim beregu putri, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Dari kelas junior, Indonesia mencetak sejarah dengan membawa pulang Piala Suhandinata untuk pertama kalinya. Dalam penyelenggaraan World Junior Championships 2019 di Kazan, Rusia, Indonesia pulang dengan satu emas di beregu campuran, satu emas dari Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra), dua perak masing-masing dari Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran) dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri) serta satu perunggu dari Yonathan Ramlie (tunggal putra).

Dalam masa pandemi COVID-19, PBSI juga berupaya semaksimal mungkin agar pelatnas tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. PBSI juga melaksanakan sejumlah rapid test dan swab test bagi penghuni pelatnas Cipayung termasuk atlet, pelatih, serta staff dan karyawan.

Dalam masa pandemi yang tidak mudah, PBSI tak hanya menjaga kondisi fisik atlet, tetapi juga menjaga motivasi dan feel bertanding mereka dengan menyelenggarakan dua turnamen internal yaitu Mola TV PBSI Home Tournament dan Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation.

Turnamen ini mendapat apresiasi dari banyak pihak termasuk pemerintah melalui pernyataan Menpora Zainudin Amali bahwa langkah yang diambil PBSI dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lain.

Tak hanya mendapat apresiasi tata kelola organisasi dari Menpora, upaya PBSI dalam mendulang prestasi untuk Indonesia juga mendapat komplimen. Bulutangkis masih menjadi cabang olahraga andalan Indonesia dalam mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah internasional.

Selain itu mereka juga melakukan pembenahan AD/ART, penertiban usia atlet, penertiban data-data di PBSI, peningkatan kualitas turnamen dan referee, pengembangan daerah, serta peningkatan sarana dan prasarana.

Munas PBSI telah dimulai, Kamis (5/11) dan akan ditutup hari ini. Kegiatan itu berlangsung di JHL Hotel, Serpong, dan dibuka oleh Menpora Zainudin Amali. Serta disaksikan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT