detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 05 Apr 2021 13:45 WIB

Jelang Puasa, Pelatih Bulutangkis Sesuaikan Program Latihan

Mercy Raya - detikSport
Richard Mainaky Jelang Puasa, Pelatih Bulutangkis Sesuaikan Program Latihan (Rachman Haryanto/detikSport)
Jakarta -

Richard Mainaky, pelatih nasional ganda campuran, akan menyesuaikan program latihannya selama Ramadan. Ia menegaskan Melati Daeva dkk harus tetap berlatih meskipun puasa.

Bulan puasa tahun ini diperkirakan mulai akhir pekan kedua April 2021. Menyambut itu, para pelatih sudah mulai menyesuaikan diri untuk program latihan atletnya. Termasuk skuad ganda campuran bulutangkis Indonesia.

Richard mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PBSI terkait program menjelang Ramadan. Terlebih di bulan itu tidak ada pengiriman atlet utama ke turnamen internasional.

"Perubahan program latihan menuju puasa akan kami bicarakan dengan PBSI. Tapi jika ada kejuaraan walaupun puasa tidak akan ada masalah dengan atlet. Kebanyakan dari atlet puasa ketika jam latihan setengah hari, biasanya Rabu atau Sabtu-Minggu. Sisa hari lainnya mereka tetap menjalani program penuh," kata Richard kepada detikSport, Senin (5/4/2021).

"Jadi kebanyakan bolong-bolong (puasanya) di hari tersebut. Tapi atlet sudah mengerti lah harus bagaimana, artinya program tetap harus jalan, karena kami juga punya tanggung jawab kepada PBSI," ujarnya.

Memasuki April ini, atlet bulutangkis relatif hanya menjalani latihan rutin di Pelatnas PBSI, Cipayung. Mereka baru akan mengikuti turnamen pada pertengahan Mei. Dimulai dari India Open pada 11-16 Mei, Malaysia Open 25-30 Mei dan Singapore Open pada 1-6 Juni.

"Makanya kami akan bicarakan PBSI seperti apa dan bagaimana karena sebenarnya lebih banyak peluang atlet untuk menjalani puasa. Cuma kalau persiapan drop sekali akan susah juga untuk mengangkat perfoma pemain," Richard menjelaskan.

"Pertandingan ke depan kan beruntun, India, Malaysia, Singapura dan itu levelnya tinggi buat akhir penentuan Olimpiade. Jadi kami akan bicarakan untuk atlet dan PBSI."

"Kecuali ada waktu empat bulan mungkin bisa. Satu bulan buat puasa, bulan berikutnya untuk pemulihan kondisi, lalu naik program penuh, nah bulan keempat ke level pertandingan. Tapi ini Mei, taruh lah kalau jalan sebulan pemulihan dan latihan ya tidak cukup. Jadi harus cari titik temunya nanti bagaimana dengan PBSI dan atlet," dia menegaskan.

Simak juga 'Move On All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade Tokyo':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com