Profil Kevin Cordon, Lawan Anthony Ginting dalam Perebutan Perunggu

Mercy Raya - Sport
Minggu, 01 Agu 2021 19:30 WIB
CHOFU, JAPAN - AUGUST 01: Kevin Cordon of Team Guatemala competes against Viktor Axelsen of Team Denmark during a Mens Singles Semi-final match on day nine of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 01, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Profil Kevin Cordon, Lawan Anthony Ginting dalam Perebutan Perunggu (Getty Images)
Tokyo -

Kevin Cordon bakal menjadi lawan Anthony Ginting dalam perebutan perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Duel keduanya diprediksi ketat mengingat Cordon tengah naik daun. Siapa sebenarnya Cordon?

Kevin Cordon merupakan pebulutangkis asal Guatemala yang lahir di Zacapa pada 34 tahun silam. Dia merupakan salah satu atlet bulutangkis veteran yang sama sekali tidak diunggulkan.

Selain karena usianya yang sudah menginjak kepala tiga, Olimpiade Tokyo 2020 ialah multievent terbesar keempat yang ia ikuti sepanjang kariernya.

Cordon lahir di desa terpencil Guatemala. Berbeda dengan anak seusianya di La Union, kota kecil berjarak empat jam dari sebelah timur kota Guatemala, Cordon memilih olahraga bulutangkis sebagai kariernya.

Padahal, Cordon kecil sempat diharapkan bisa menjadi seperti pesepakbola Inggris Kevin Keega, menyesuaikan keinginan sang ayah. Tapi Cordon memiliki punya mimpi lain yang ingin ia wujudkan sebagai pebulutangkis dunia.

"Saya juga ingin menjadi pesepakbola tapi bulutangkis datang ke dalam hidup saya. Saya memiliki mimpi (tampil di Olimpiade) di Beijing (2008)," kata Cordon di laman BWF.

CHOFU, JAPAN - AUGUST 01: Kevin Cordon of Team Guatemala competes against Viktor Axelsen of Team Denmark during a Men's Singles Semi-final match on day nine of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 01, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)Kevin Cordon kala mengikuti olimpiade 2012 (Getty Images/Lintao Zhang)

Hal itu pun dia buktikan dengan mengambil langkah besar pada hidupnya. Pada usianya yang masih belia, 12 tahun, Kevin Cordon memilih meninggalkan orang tuanya dan bergabung dengan federasi bulutangkis. Semua itu ia lakukan untuk memenuhi mimpinya untuk berkompetisi di Olimpiade.

Saat itu, orang tuanya merestui keinginan Cordon tapi dengan dua catatan; jangan ada alkohol dan obat-obatan. Setelah itu, mulai tergabung dengan federasi bulutangkis yang menerimanya dan memberinya pelatihan, sekolah, hingga akomodasi selama berada di asrama.

Setelah 20 tahun menimba ilmu, Cordon dan orangtuanya mengecap hasilnya. Cordon tak hanya tampil di berbagai turnamen internasional. Ia berhasil mewakili negaranya untuk tampil di Olimpiade pertamanya di Beijing 2008. Tapi langkahnya saat itu langsung terhenti di 32 besar.

Dia juga langganan tampil Kejuaraan Dunia sejak 2009 hingga 2019 di Hyderabad, India, meskipun hasilnya tak terlalu memuaskan yaitu 64 besar. Prestasi terbaiknya di Kejuaraan Dunia saat tampil di Kejuaraan Dunia London 2011. Ia menjejak quarterfinal sektor tunggal putra.

Perjuangannya untuk meraih mimpi pun tak semulus yang diharapkan. Cordon beberapa kali sempat dibekap cedera dari mulai cedera lutut hingga bahu.

Pada April 2013, Kevin Cordon mengalami cedera lutut. Saat itu tiga ligamen dan meniskusnya ikut memengaruhi penampilannya pada turnamen internasional di Peru dan membuatnya harus absen di kompetisi selama satu tahun.

Kemudian, cedera juga memaksanya untuk menarik diri dari pertandingan pertamanya di Olimpiade 2016 Rio. Hingga pada tiga tahun berikutnya, ia terpaksa mundur dari pertandingan semifinal Pan American Games 2019 di Lima, Peru, karena cedera bahu kiri.

Namun, kendala-kendala itu tak menyurutkan motivasinya untuk bisa terus bersaing di ajang bulutangkis. Terbukti, usia dan cedera tak menghalanginya berprestasi di Olimpiade Tokyo 2020. Cordon malah membuat kejutan di Olimpiade musim panas ini.

CHOFU, JAPAN - JULY 31: Kevin Cordon of Team Guatemala celebrates as he wins against Heo Kwanghee of Team South Korea during a Men's Singles Quarterfinal match on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on July 31, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)Kevin Cordon sukses bikin kejutan di Olimpiade Tokyo Foto: (Getty Images/Lintao Zhang)

Secara mengejutkan, dia berhasil menjadi juara Grup C Olimpiade Tokyo 2020 mengalahkan pebulutangkis Hong Kong Ng Ka Long Angus dua gim langsung 22-20, 21-13. Dia juga menaklukkan Lino Munoz asal Mexico dengan skor 21-14, 21-12.

Di babak 16 besar, Cordon kembali mencuri perhatian setelah menang dari Mark Caljouw asal Belanda dalam duel sengit rubber games 21-17, 3-21, dan 21-19.

CHOFU, JAPAN - AUGUST 01: Kevin Cordon of Team Guatemala competes against Viktor Axelsen of Team Denmark during a Men's Singles Semi-final match on day nine of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on August 01, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)Kevin Cordon begitu on fire di Olimpiade kali ini (Getty Images/Lintao Zhang)

Kemudian mengalahkan wakil Korea Selatan Kwanghee Heo dalam dua gim langsung 21-13, 21-18 dan berhasil mengantongi tiket semifinal. Kian mencuri perhatian karena Cordon mengalahkan Kwanghee Heo yang lebih dulu menyingkirkan tunggal putra nomor satu dunia Kento Momota, sekaligus wakil tuan rumah

Sayang lajunya dihentikan Viktor Axelsen dari Denmark. Ia kalah dari pebulutangkis nomor 2 dunia itu dengan kekalahan dua gim 18-21, 11-21.

Terlepas dari kekalahannya, pemain peringkat 59 dunia itu mencatatkan sejarah untuk negaranya sebagai pebulutangkis pertama Guatemala, yang sukses menembus delapan besar, bahkan semifinal di Olimpiade.

Kini, Kevin Cordon masih menyisakan satu pertandingan penting lainnya untuk memperebutkan medali perunggu. Dia akan menghadapi wakil Indonesia Anthony Sinisuka Ginting, yang juga kalah di babak empat besar. Anthony Ginting dikalahkan wakil China, Chen Long dalam laga dua gim 16-21, 11-21.

Pertandingan mereka akan tersaji di Musashino Forest Plaza, Senin (2/8) pukul 18.00 WIB. Dalam catatan pertemuan, baik Anthony maupun Cordon belum pernah bertemu dalam laga internasional. Namun, Anthony harus tetap waspada mengingat Cordon kini tengah dalam top perfomanya.

(mcy/aff)