Susy Susanti: Jangan Biarkan Atlet Berjuang Sendirian di Piala Thomas-Uber

Mercy Raya - Sport
Selasa, 05 Okt 2021 19:15 WIB
Tim bulutangkis Indonesia antusias menjalani latihan perdana di Hameenkylan Liikuntahall, Vantaa, Kamis (23/9/2021), untuk menghadapi Piala Sudirman 2021.
Susy Susanti meminta dukungan ke pemain di Piala Thomas dan Piala Uber agar mereka tak berjuang sendirian. (Foto: Dok. PP PBSI)
Jakarta -

Susy Susanti berharap tim bulutangkis Indonesia bisa melupakan kekalahan di Piala Sudirman dan mulai merajut asa untuk Piala Thomas dan Uber 2020.

Hal itu diungkapkan legenda hidup bulutangkis itu karena kejuaraan beregu putra dan putri yang berlangsung di Aarhus, Denmark, 7-19 Oktober ini jauh lebih sulit. Apalagi dengan peta kekuatan yang kini tidak mudah terbaca.

Bagaimanapun banyaknya turnamen yang batal karena pandemi membuat perkembangan masing-masing tim negara yang tampil di kejuaraan tahun ini tidak bisa diprediksi. Termasuk untuk di Piala Thomas dan Uber nanti.

"Sebab, meskipun kemarin kita tampil di Piala Sudirman misalnya, hal itu tak bisa jadi acuan gambaran tim itu kuat atau tidak. Karena itu hanya satu-satu partai saja dan sudah pasti hanya pemain terbaik yang diturunkan. Sedangkan di Thomas dan Uber Cup itu materinya bisa campuran dari yang top dunia hingga pemain muda karena tiap negara punya kekuatan berbeda dan tak merata," kata Susy dalam perbincangan dengan detikSport, Selasa (5/10/2021).

Susy menggambarkan materi Indonesia di Piala Thomas yang disebutnya relatif kuat karena pemainnya merupakan atlet top ten. Seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menempati ranking 1 dan 2 dunia. Kemudian ditambah Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto di peringkat 7. Ditambah ganda juara dunia junior 2019 Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sedangkan di tunggal ada Anthony Ginting dan Jonatan Christie, kemudian Shesar Hiren Rhustavito dan Chico Aura Dwi Wardoyo. "Nah, ini mungkin head to head untuk single kedua dan ketiganya tidak sama dengan negara lain. Ini yang harus diperhatikan. Di sini lah peran penting seorang leader, kapten, pelatih, dan pembina untuk membuat strategi yang tepat. Sebab, tak mungkin dari lima sektor kuat," ujarnya.

Sementara itu, kekuatan tim putri Indonesia di Uber Cup nanti khusus nomor cenderung mengandalkan pemain topnya Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Setelah itu, ganda kedua Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Begitu pun di nomor tunggal Gregoria Mariska Tunjung mungkin akan tetap menjadi andalan menjadi single pertama. Kalaupun tidak, Putri Kusuma Wardani harus bersiap.

"Makanya itu yang harus diperhatikan betul karena tak semua negara berprestasi, ada yang bagus, ada berat, tapi siapapun yang dipilih kelak harus siap dan bertanggung jawab, dan jangan coba-coba," pesannya.

Hal yang juga menjadi pesannya ialah jangan membiarkan atlet berjuang sendirian. "Karena pemain sebagai ujung tombak sehingga dia harus disiapkan sebaik-baiknya. Dan ini butuh peran penting tim support untuk membuat suasana lebih semangat, kompak, dan siap. Tidak hanya tim support, tapi pelatih, pembina juga harus ambil bagian. Karena saat bertanding pemain pasti sudah tegang. Jadi jangan sampai atlet berjuang sendiri," ujar istri dari legenda bulutangkis Alan Budikusuma ini.

"Seperti misalnya mau tanding, mungkin terlihat sepele seperti makannya, vitamin, atau hal yang menjadi kebiasaan atlet itu harus disiapkan. Atau mungkin ada yang masih belum enak, cedera, apakah semua persiapan sudah dilakukan dengan baik, supaya atlet percaya diri sebelum tanding,"

"Ya kita juga pernah menjadi pemain, ketika kita cari sendiri pada saat dibebankan untuk menang tentu waktu istirahat dan analisa jadi kurang, Nah ini jadi tugas tim pendukung untuk menyiapkan. Jangan cuma untuk nonton saja, tapi membantu di luar lapangan. Jadi banyak hal-lah. Bagi-bagi tugas."

"Intinya sih bagaimana mengembalikan semangat atlet bahwa kekalahan bukan akhir segalanya, bagaimana kita bisa bangkit lagi mengembalikan situasi dari mungkin hasil yang tidak baik jadi baik," dia menambahkan.



Simak Video "Pemain Turki Tetap Main Meski Sepesawat, Menpora: BWF Harus Lebih Objektif"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)