ADVERTISEMENT

Atlet Indonesia Wajib Fight Demi Lolos BWF World Tour Finals 2021

Mercy Raya - Sport
Kamis, 11 Nov 2021 13:11 WIB
Pelatih Putri Bulutangkis Indonesia Rionny Maniaky
Kabidbinpres PSBI, Riony Mainaky, ingin meloloskan sebanyak-banyaknya pebulutangkis Indonesia di BWF Tour Finals 2021. (Foto: Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Rionny Mainaky berharap para pemain tetap tampil fight dalam berburu poin BWF World Tour Finals 2021. Tapi jangan sampai cedera.

Untuk tampil di ajang penutup tahun turnamen bulutangkis tersebut, para pebulutangkis dunia harus mampu masuk ranking top 8 road to Bali di masing-masing sektor. Perburuan poin pun sudah dilakukan sejak awal tahun atau Swiss Open 2021.

Indonesia sementara ini baru mengantongi empat wakil. Antara lain, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (2), Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (8), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (langsung lolos karena peraih medali emas Olimpiade 2020), dan Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari (7). Mereka diperoleh dari ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran.

Meskipun sementara ini empat wakil berpeluang lolos jumlah itu masih lebih sedikit dari BWF World Tour Finals 2020, Indonesia meloloskan lima wakil. Untuk itu, PBSI berharap pihaknya bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin.

"Setelah tur Eropa, masih ada kans pemain kita ke World Tour Finals. Saat ini Marcus/Kevin sudah di urutan kedua. Kami berharap, kami bisa meloloskan wakil sebanyak-banyaknya ke World Tour Finals," kata Rionny kepada deyikSport, Kamis (11/11/2021).

Setelah tur Eropa, para pebulutangkis dunia masih memiliki dua turnamen yang masuk dalam perhitungan poin. Yaitu Indonesia Master dan Indonesia Open di Bali mulai 16 November.

Rionny meminta atletnya untuk memanfaatkan dua turnamen tersebut untuk merebut poin sebanyak-banyaknya.

"Saya berharap yang berpeluang lolos untuk tetap fight di Indonesia Masters dan Indonesia Open tapi tetap harus jaga kondisi karena turnamen sedang padat-padatnya," ujarnya.

"Mereka harus pintar-pintar jaga kondisi apalagi beberapa juga akan ke Kejuaraan Dunia. Tapi kembali lagi nanti melihat kondisi anak-anak di Bali seperti apa. Yang terpenting mereka bisa main maksimal, sehat dan tidak ada cedera," ujarnya.

Pada edisi sebelumnya, Indonesia hanya mencapai posisi terbaiknya sebagai runner up. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang diharapkan bisa mempertahankan gelar dikalahkan ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin dengan skor 17-21, 21-23.

(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT