ADVERTISEMENT

Jelang Indonesia Masters 2021, Bagaimana Kondisi The Daddies?

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Jumat, 12 Nov 2021 11:40 WIB
Malaysias Malaysias Aaron Chia, left, and Soh Wooi Yik celebrate after winning against Indonesias Mohammad Ahsan and Hendra Setiawan during their badminton mens doubles bronze medal match at the 2020 Summer Olympics, Saturday, July 31, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dita Alangkara)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan masih jetlag menjelang Indonesia Badminton Festival. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Jakarta -

Ganda veteran Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, menatap tiga turnamen akhir tahun di Indonesia. Usai tur di Eropa, bagaimana kondisi mereka?

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan telah memulai latihan menuju rangkaian tiga turnamen di Indonesia Badminton Festival 2021 di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali. Ajang ini dimulai dengan Indonesia Masters 2021, lalu Indonesia Open 2021, dan ditutup dengan BWF World Tour Finals.

Keduanya memang masih butuh poin-poin untuk lolos BWF World Tour Finals 2021, sehingga belum dipastikan tampil. Tapi, Ahsan dan Hendra belum melempar handuk mengingat peluang masih terbuka.

Kekhawatiran terkait dua ganda ini adalah kondisi fisik. Praktis sejak ikut Piala Sudirman akhir September lalu, mereka melalui perjalanan panjang di Eropa dengan tampil juga di Piala Thomas, Denmark Open, French Open, dan German Open.

Dengan usia yang tak lagi muda --Ahsan kini 34 tahun dan Hendra sudah 37 tahun-- ketahanan tubuh menjadi tantangan besar menuju Indonesia Masters dan Indonesia Open. Namun baik Ahsan maupun Hendra merasa baik-baik saja secara fisik, hanya saja tubuh masih belum menyesuaikan waktu Indonesia.

"Hari ini mungkin, masih kaku-kaku ya. Karena kami sudah seminggu enggak mukul kok. Jadi ya mungkin balikin kondisi dulu aja sih," kata Hendra usai latihan pertama, Jumat (12/11/2021) pagi, di The Westin Resort.

"Mungkin masih sedikit jetlag aja ya, tidurnya masih belum cukup bener. Tapi semoga hari berikutnya udah bisa normal lagi sih," kata Ahsan menimpali.

"Kemarin kan ya sudah seminggu enggak latihan. Baru mulai latihan lagi, jadi ya start awalnya agak kaku-kaku, masih enggak enak. Lebih banyak ke adaptasi sih tadi," imbuhnya.

Soal BWF World Tour Finals, Ahsan/Hendra mau terus mencoba selama kesempatan terbuka. Meski demikian, persaingannya memang berat.

BWF World Tour Finals hanya menampilan dua pasangan terbaik dari masing-masing negara, yang masuk delapan besar peringkat dari hasil tur dunia BWF. Indonesia menempatkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di peringkat dua saat ini, sementara ada tiga ganda lain sebelum Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di urutan 13.

Mereka adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (8), Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Rambitan (10), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (12).

"Memang banyak pemain Indonesia juga kan di atas kami, ada tiga kalau enggak salah. Tapi ya kalau buat kami sendiri sih coba aja lah, maksimal aja," kata Hendra.

"Peluang itu ada, tapi ya enggak tahu. Peluang masih ada, tapi kita lihat nanti," ujar Ahsan menimpali.

(raw/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT