ADVERTISEMENT

Pelatih: Respons Praveen/Melati Bagus, tapi...

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Jumat, 26 Nov 2021 20:30 WIB
XD Players name : 
Praveen JORDAN (INA) [2] /
Melati Daeva OKTAVIANTI (INA)

Credit Photo : HUMAS PP PBSI

Location:
Hotel Westin Resort Nusa Dua Bali, Indonesia.


Order of Play Wednesday, 17 November 2021
Result :
https://www.tournamentsoftware.com
or
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com
Foto: Dok. Humas PP PBSI
Nusa Dua -

Pelatih ganda campuran PBSI Nova Widianto memuji respons Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti usai ditegur. Tapi masih banyak pekerjaan menanti.

Praveen/Melati tersingkir di babak kedua Indonesia Open 2021, Kamis (25/11/2021) kemarin. Mereka kalah straight game dari Mathias Christiansen/Alexandra Boje 21-23 dan 14-21.

Kekalahan itu mengikuti hasil mengecewakan pekan sebelumnya di Indonesia Masters 2021. Saat itu Praveen/Melati terdepak di babak pertama.

Performa di Indonesia Masters 2021 itu pula yang memancing kemarahan Nova Widianto. Ia menyebut ganda campuran terbaik tanah air untuk saat ini tersebut kurang bertanggung jawab dalam membawa nama Indonesia.

Tapi kali ini Nova memberikan pujian, setelah melihat respons dari Praveen dan Melati. Meski hasilnya belum memuaskan, ada perkembangan dari situasi keduanya.

"Sebenarnya responsnya baik ya. Dari latihan, kemarin persiapan mau main pun mereka berdua latihan. Walaupun malamnya main, jam 1 siang masih latihan. Jadi sebenarnya responsnya baik," ungkap Nova Widianto kepada para wartawan, Jumat (26/11) sore di Bali International Convention Center.

"Cuma ya di lapangan, laporan dari Rijal (Muhammad Rijal - asisten pelatih) mereka masih mencoba berjuang, tapi kemarin Meli (Melati) enggak maksimal permainannya. Jadi set ketiga, timbul lagi emosinya lagi si Praveen."

"Ada kemajuan lah walaupun sedikit. Responsnya sebenarnya bagus. Tapi kadang-kadang sudah berubah pun belum tentu langsung ada hasilnya. Kalau kemarin banyak di Meli, masih ragu-ragu, mati sendiri terus. Bola-bola gampang, power-nya juga enggak kelihatan. Jadi seperti yang saya bilang, kayak enggak ada kepercayaan diri," imbuhnya.

Baik Praveen maupun Melati masih perlu memperbaiki reaksi mereka di lapangan terhadap situasi yang tak menguntungkan. Melati sendiri mengaku lebih baik Praveen mengomelinya di lapangan ketimbang diam, yang bikin rumit keadaan.

"Saya sudah bilang, kalau satu jelek, down, satunya marah-marah, otomatis sudah selesai. Tapi kalau yang satu jelek dan satunya masih support terus, masih usaha terus, lama-lama bisa membalikkan keadaan," sambung Nova.

"Kemarin di set kedua begitu. Karena lihat Meli begitu, lagi enggak enak mainnya, Praveen dari set kedua mulai emosi. Tapi secara komunikasi, kemarin saya panggil Meli, dia lebih senang begitu. Praveen marah-marah enggak apa-apa, asal jangan didiamkan."

(raw/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT