ADVERTISEMENT

Candra Wijaya Harap Bulutangkis RI Makin Cemerlang di 2024-2028

Jihaan Khoirunnisa - Sport
Selasa, 28 Des 2021 12:47 WIB
Tim bulutangkis Indonesia dengan Piala Thomas. Dalam acara seremoni sederhana namun sarat makna, Piala Thomas diserahkan oleh Kabid Pengembangan Daerah PP PBSI Sudarto Adinagoro kepada manajer tim Eddy Prayitno, yang kemudian memberikan kepada pahlawan kemenangan, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Foto: Dok. PBSI
Jakarta -

Peraih medali emas Olimpiade 2000, Rafael Candra Wijaya atau yang akrab dipanggil Candra Wijaya berharap pada tahun 2024-2028 Indonesia tidak mengurangi kecepatan dalam mencetak generasi penerus bulutangkis yang bisa diandalkan. Menurutnya, Indonesia perlu bibit baru pebulutangkis agar dunia olahraga tetap bergairah dalam mencetak prestasi.

Legenda hidup bulutangkis ini meyakini prestasi bulutangkis Indonesia bisa dilanjutkan. Mengingat saat ini Indonesia memiliki atlet muda berprestasi, seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie (Jojo), Greysia Polii, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya.

"Mereka telah berkorban dari kecil (latihan). Tidak mudah lho mencari pemain seperti mereka. Harus sudah kelihatan pengganti-pengganti mereka yang akan meneruskan tongkat estafet yang sudah diberikan," ujar Candra dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12/2021).

Oleh sebab itu, sebagai salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia, Candra mengapresiasi dukungan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) sebagai sponsor resmi utama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dia menilai upaya BNI merupakan kontinuitas dalam mengharumkan negeri dengan bulutangkis.

Candra menjelaskan dukungan ini perlu juga dilakukan oleh banyak pihak lainnya. Lantaran, pembinaan para calon atlet yang berkelanjutan menjadi hal penting untuk senantiasa membawa industri bulutangkis konsisten mencetak prestasi di kancah dunia.

"Saya sebagai mantan atlet dan sekarang pembina mengapresiasi dukungan BNI kepada Bulutangkis nasional secara maksimal dan energinya besar sekali. Harapannya, banyak dukungan dan sinergi lain yang sama luar biasanya," katanya.

Diketahui, BNI dan PBSI telah sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup komitmen dukungan yang akan berlangsung selama empat tahun lamanya, yaitu dari tahun 2021-2025.

Karenanya, dibutuhkan support system yang solid baik dari pemerintah, perbankan hingga institusi lain untuk mendukung dalam mempertahankan tradisi emas olimpiade Indonesia yang telah diraih.

"Industri bulutangkis sendiri itu sebenarnya sudah merupakan sebuah target. Bulutangkis sebagai olahraga kebanggaan nasional sangat diharapkan terus-menerus berprestasi. Supaya tidak kehilangan momen-momen dan sejarah kejayaan masa lalu karena persaingan industri bulutangkis di dunia kini semakin ketat," terangnya.

"Harapannya baik BNI, Pemerintah dan lainnya mendukung Bulutangkis untuk memberikan kebanggaan nasional sehingga para pemain bisa all-out mencurahkan tenaga dan prestasinya. Terutama bagaimana pembinaan berkelanjutan untuk junior ke bawah agar mempertahankan motivasi secara teknikal dan mental. Dukungan BNI ini sangat besar karena ada berapa kali kan kejuaraan sampai akhir tahun. Semoga tidak pupus generasi berikutnya yang diandalkan," tandasnya.

Simak juga Video: Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis Gegara Omicron

[Gambas:Video 20detik]




(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT