Ditahan di Bandara Melbourne, Djokovic Batal Ikut Australia Terbuka?

Randy Prasatya - Sport
Kamis, 06 Jan 2022 04:20 WIB
Novak Djokovic, of Serbia, leaves the court after defaulting the match to Pablo Carreno Busta, of Spain, during the fourth round of the US Open tennis championships, Sunday, Sept. 6, 2020, in New York. Djokovic inadvertently hit a line judge with a ball after hitting it in reaction to losing a point against Carreno Busta. (AP Photo/Seth Wenig)
Novak Djokovic bisa batal ikut Australia Terbuka. (Foto: AP/Seth Wenig)
Jakarta -

Novak Djokovic telah mendarat di Melbourne, tetapi masih menunggu izin memasuki Australia. Petenis asal Serbia itu saat ini masih berkutat di bandara.

Djokovic mendarat di bandara Tullamarine, Melbourne, Rabu (5/1/2022) waktu setempat. Dia menjalani penerbangan 14 jam dari Dubai demi tampil di Australia Open 2022.

Pemerintah Victoria mengatakan tidak akan mengizinkan aplikasi visa Djokovic. Nasib pria berusia 34 tahun itu saat ini ada di tangan pemerintah federal dan Perdana Menteri, Scott Morrison.

Status vaksinasi Covid-19 Djokovic adalah permasalahannya. Pemerintah Australia melarang orang dari luar negeri yang belum melakukan vaksinasi lengkap masuk ke negara tersebut, kecuali orang yang bisa membuktikan secara medis tidak memungkinkan disuntik vaksin Covid.

Penjabat Menteri Olahraga Victoria, Jaala Pulford, mengatakan tiga lembaga pemerintah telah menghubungi pemerintah negara bagian untuk menanyakan apakah itu akan mendukung aplikasi visa Djokovic.

"Posisinya untuk memasuki Australia sangat menjadi masalah bagi pemerintah federal, masuknya dia ke negara ini dan orang lain yang berpartisipasi dalam Australia Open yang juga mencari pengecualian," kata Pulford seperti dikutip dari ABC News.

"Apa yang telah kami lakukan adalah memastikan, semaksimal mungkin, bahwa kami menjalankan acara yang seaman mungkin, yang selalu didasarkan pada harapan bahwa pertanyaan tentang masuknya Novak ke negara ini adalah sesuatu yang akan ditangani oleh lembaga pemerintah Persemakmuran."

Kabar tersebut sudah sampai ke telinga Srdjan Djokovic selaku sang ayah. Dia geram anaknya dibiarkan terdampar di sebuah ruangan yang dijaga polisi di bandara Melbourne.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi, mereka menahan anak saya selama lima jam. Ini bukan pertarungan untuk dunia libertarian, ini bukan hanya pertarungan untuk Novak, tapi pertarungan untuk seluruh dunia!" kata Srdjan yang dikutip dari Daily Mail.

"Jika mereka tidak membiarkannya pergi dalam waktu setengah jam, kami akan berkumpul di jalan, ini adalah pertarungan untuk semua orang."

Situasi ini membuat Djokovic terancam batal ikut Australia Open 2022. Hal tersebut bisa menggagalkannya mempertahankan gelar juara.



Simak Video "Petenis Serbia Novak Djokovic Dideportasi dari Australia "
[Gambas:Video 20detik]
(ran/rin)