Setelah Australia, Prancis Juga Ancam Deportasi Djokovic!

Yanu Arifin - Sport
Selasa, 18 Jan 2022 05:30 WIB
MELBOURNE, AUSTRALIA - JANUARY 13: Novak Djokovic of Serbia looks on during a practice session ahead of the 2022 Australian Open at Melbourne Park on January 13, 2022 in Melbourne, Australia. (Photo by Graham Denholm/Getty Images)
Petenis Novak Djokovic. (Foto: Graham Denholm/Getty Images)
Paris -

Novak Djokovic baru saja terusir dari Australia lantaran status vaksinasinya. Selanjutnya, Prancis juga memberinya ancaman.

Keikutsertaan Djokovic di Australian Open 2022 sirna. Penyebabnya, petenis Serbia itu tidak melakukan vaksin COVID-19.

Dari awal datang ke Australia, Djokovic sudah tertahan di Bandara Tullamarine, Melbourne, karena belum vaksin.

Imbasnya, Djokovic sampai melakukan banding agar bisa masuk ke Australia. Bandingnya sempat menang, namun kemudian Pemerintah Australia mencabut visanya.

Petenis 34 tahun itu kemudian sempat banding lagi, namun kali ini ia kalah. Alhasil, pemilik 9 gelar juara Australian Open itu harus dideportasi.

Kini, ancaman kedua datang menghampiri Novak Djokovic. Setelah Australia mengusirnya, giliran Prancis mengancam juga.

Dilansir Marca, Pemerintah Prancis mengumumkan semua peserta Prancis Terbuka 2022 harus divaksin. Hal itu jelas memberatkan Djokovic, yang memilih tidak divaksin.

Prancis sendiri baru mengesahkan aturan baru, yakni penerapan paspor vaksin untuk sejumlah kegiatan, termasuk menonton pertandingan olahraga.

"[Paspor vaksin] akan wajib untuk memasuki tempat-tempat yang sudah tunduk pada paspor [seperti stadion, teater dan ruang konser] untuk semua penonton, praktisi dan profesional, apakah mereka orang Prancis atau orang asing," kata Menteri Olahraga Roxana Maracineanu.

Prancis Terbuka 2022 sendiri rencananya digelar pada 22 Mei hingga 5 Juni 2022. Di ajang itu, Novak Djokovic baru juara dua kali, dengan Rafael Nadal penguasanya, dengan sudah juara 13 kali.

(yna/krs)