DetikSepakbola
Senin 11 Juni 2018, 22:50 WIB

Kisah Pickles, Si Anjing Pahlawan di Piala Dunia 1966

Yanu Arifin - detikSport
Kisah Pickles, Si Anjing Pahlawan di Piala Dunia 1966 Pickles, anjing penemu trofi Jules Rimet yang hilang jelang Piala Dunia 1966. (Foto: Keystone/Getty Images)
Jakarta - Ada banyak kisah inspiratif selama berlangsungnya gelaran Piala Dunia. Salah satunya adalah cerita tentang Pickles, si anjing pahlawan di Piala Dunia 1966.

Piala Dunia 1966 memang menyisakan banyak cerita menarik. Selain kontroversi pemboikotan tim Afrika, gol Geoff Hurst di final melawan Jerman Barat, adapula kisah yang dibuat seekor binatang.

Adalah Pickles, seekor anjing ras collie yang menjadi pahlawan Inggris kala itu. Pasalnya, ia menjadi pahlawan atas ditemukannya trofi Jules Rimet yang hilang sebelum turnamen berlangsung.

Pickles dan pemiliknya Dave CorbettPickles dan pemiliknya Dave Corbett Foto: AFP PHOTO/STAFF



Trofi Hilang di Sebuah Pameran

Trofi Jules Rimet diketahui hilang dalam sebuah pameran di Methodist Central Hall, Westminster. Pameran itu digagas oleh Stanley Gibbons Stampex Rare Stamps dengan tajuk Sport with Stamps.

Awalnya, pameran itu memajang prangko-prangko lama. Tapi, trofi Jules Rimet yang dibuat dari emas murni jelas lebih menarik perhatian. Trofi Jules Rimet awalnya tiba di Inggris sejak Januari. Sebagai tuan rumah kala itu, Inggris memang sangat bangga memamerkan trofi kompetisi terbesar di sepakbola, olahraga yang diklaim mereka temukan.

Dan Stanley Gibbons yang mendapat izin untuk menggelar acara pameran. Selain dengan jaminan keamanan, trofi tersebut juga diasuransikan mencapai 30 ribu pound sterling.

Pada 19 Maret 1966, pameran resmi dibuka untuk umum. Dua petugas berseragam menjaga piala sepanjang waktu, diperkuat oleh dua petugas berpakaian preman pada siang hari. Penjaga tambahan berdiri di samping lemari pajangan ketika pameran terbuka, tetapi tidak ada yang menonton trofi sepanjang waktu.

Sehari berselang, 20 Maret 1966, sekitar pukul 12.10 siang waktu setempat, Aula utama Westminster mendadak geger. Trofi Jules Rimet hilang dicuri. Diketahui pencuri membuka paksa etalase lewat pintu belakang gedung lalu membawanya kabur. Kabar itu memang seperti petir di siang bolong, mengingat Piala Dunia bakal digelar kurang dari empat bulan lagi.

Dr Martin Atherton, penulis buku The Theft of the Jules Rimet, menuding konsep pameran itu sendiri bermasalah. Ia mengkritisi sistem pengamanan di mana pengunjung bisa dengan bebas mengamati trofi tanpa penjagaan khusus.

"Ide ada orang-orang dengan etalase sepanjang waktu tidak tepat. Semuanya amatir, seperti fakta FA membiarkan trofi diperlihatkan, pengaturan keamanan, dan seluruh pemulihannya. Ternyata salah satu penjaga keamanan berusia 74 tahun atau semacam itu. Keamanannya cukup tidak memadai," tulis Martin.


Pengusutan dan Penetapan Tersangka

Saat kejadian, diketahui ada sebatang kayu yang menahan pintu agar tidak tertutup tergeletak di lantai. Si pencuri melepaskan sekrup dan baut yang menahannya dari sisi lain pintu. Mereka melepas gembok dari belakang etalase, mengambil piala tersebut.

Tidak ada penjaga yang melihat atau mendengar sesuatu yang mencurigakan, meskipun salah satu dari mereka melaporkan sempat melihat pria aneh di berbicara di telepon umum ketika ke toilet di lantai pertama.

Scotland Yard, markas besar kepolisian metro di London, akhirnya mengusut kasus pencurian itu. Mereka menyerahkannya lagi ke Fliyng Squad, Divisi khusus yang bertugas mengusut kasus kejahatan serius. Di saat bersamaan, trofi replika coba dibikin agar tetap bisa diberikan ke pemenang Piala Dunia.

Seperti dilansir BBC, sehari berselang, kasus mulai berkembang. Joe Mears, ketua FA saat itu, menerima telepon tak dikenal. Inti dari pembicaraan itu adalah si pencuri, yang mengklaim bernama Jackson, menuntut uang tebusan senilai 15 ribu pound sterling. Mears berpura-pura menyetujuinya.

Seorang polisi yang menyamar akhirnya bertemu Jackson, yang rupanya memang seorang mantan tentara bernama Edward Betchley di Battersea Park. Sambil menentang koper yang diisi dengan koran-koran yang ditutupi dengan selembar uang kertas pecahan 5 pound sterling, keduanya bertemu.

Betchley mengaku hanya sebagai perantara kala itu. Dan trofi masih juga belum ditemukan, namun Betchley tetap diciduk dengan dugaan pemerasan.


Pahlawan Pickles Muncul

Pada 27 Maret 1966, Dave Corbett menepikan flatnya di Norwood, London Selatan. Ketika itu, ia membawa anjingnya Pickles berjalan-jalan, seraya sibuk menelepon seseorang.

Ketika itu, Corbett sempat heran melihat Pickles berlari-larian di sekitar mobil seseorang. "Pickles berlarian di dekat mobil tetangga saya," jelas Corbett.

"Saat saya mengikutinya, saya melihat paket ini terbaring di sana, dibungkus hanya dengan koran tetapi diikat sangat kuat dengan tali. Saya robek sedikit bagian bawahnya dan ada perisai kosong, lalu ada kata-kata yang tercetak dalam bahasa Brasil, Jerman Barat, dan Uruguay."

"Saya robek ujung lainnya dan seorang wanita memegang seperti piringan di atas kepalanya. Saya melihat foto-foto Piala Dunia di koran dan di TV jadi jantungku mulai berdegup kencang," kenangnya.

Corbett lantas pergi ke kantor polisi setempat untuk memberikan trofi dan awalnya justru dicurigai. "Saya membantingnya di meja di depan sersan dan berkata 'Saya pikir saya telah menemukan Piala Dunia'. Saya masih ingat kata-katanya, 'Itu tidak terlihat seperti Piala dunia bagi saya," ungkapnya.

Seorang detektif kemudian datang dan membawa Corbett ke Scotland Yard untuk diinterogasi. Setelah diperiksa, dan dibersihkan dari segala macam tuduhan, Corbett dan Pickles langsung menjadi sorotan media internasional atas aksi heroiknya, menemukan trofi Jules Rimet yang hilang.

Kepolisian Norwood memamerkan trofi Piala Dunia yang sempat hilang.Kepolisian Norwood memamerkan trofi Piala Dunia yang sempat hilang. Foto: Central Press/Getty Images

Setelah penemuan itu, Pickles dianugerahi medali oleh National Canine Defense League dan menerima beberapa penghargaan lainnya. Sang anjing bahkan menjadi bintang TV dan muncul di film bersama Eric Sykes yang berjudul The Spy with Cold Nose.

"Dia memenangkan Dog of the Year, Anjing Italia Tahun Ini dan muncul di televisi tentang Blue Peter dan Magpie," kata Corbett, kepada BBC dua tahun lalu.

Adapun Corbett selaku pemilik juga ketiban untung. Ia mendapat uang dari sponsor dan asuransi trofi dengan jumlah hampir lima ribu pound sterling.

Pada akhirnya, Piala Dunia 1966 dimenangi Inggris dengan mengalahkan Jerman Barat 4-2 di final. Usai laga, Corbett dan Pickles turut diundang ke makan malam perayaan.

"Setelah itu, tim Inggris pergi ke balkon dan di jalanan penuh dengan orang. Kami pergi bersama mereka dan Bobby Moore (kapten Timnas Inggris di Piala Dunia 1966) mengangkat Pickles dan menunjukkannya kepada orang banyak, dan ada sorak-sorai," kenangnya.

Pickles saat beradegan dalam sebuah film.Pickles saat beradegan dalam sebuah film. Foto: Central Press/Hulton Archive/Getty Images



Setahun setelah dikenang sebagai pahlawan Inggris, Pickels mati karena tercekik rantai di lehernya. Anjing pahlawan itu dimakamkan di taman Corbett di Lingfield.

Kini sosok Pickles selalu menjadi cerita menarik jelang bergulirnya Piala Dunia. Setidaknya, karena sang anjing, trofi Jules Rimet bisa diberikan secara estafet sampai Brasil menyimpannya sendiri karena bisa menjuarai Piala Dunia tiga kali pada 1970.

Pada 1983, trofi itu kembali hilang dicuri, namun tidak ada lagi Pickles-Pickles lainnya di Brasil. Kabarnya trofi emas itu sudah dilebur oleh sang pencuri.



(yna/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed