Anorthosis di Ambang Sejarah

Liga Champions Grup B

Anorthosis di Ambang Sejarah

- Sepakbola
Kamis, 27 Nov 2008 05:09 WIB
Anorthosis di Ambang Sejarah
Larnaca - Anorthosis Famagusta diambang sejarah lolos ke babak 16 besar pada tahun debutnya berlaga di Liga Champions. Adalah hasil imbang 2-2 dengan Werder Bremen yang membuat klub asal Siprus itu berpeluang melangkah ke fase knock out.

Anartosis mungkin pantas kecewa dengan hasil 2-2 tersebut karena mereka lebih dulu unggul dua gol. Namun hasil tersebut belum menutup peluang mereka melangkah ke babak 16 besar, sebuah prestasi yang terhitung sangat gemilang mengingat ini baru kali pertama mereka berpartisipasi di Liga Champions.

Tambahan satu poin membuat Anartosis duduk di posisi tiga klasemen Grup B. Mereka tertinggal dua poin dari Inter Milan di puncak klasemen yang pada pertandingan lain secara mengejutkan tumbang di tangan Panathinaikos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi jalan Anartosis untuk meraih tiket ke babak 16 besar akan jauh dari mudah. Di pertandingan terakhirnya mereka harus meraih kemenangan dalam laga tandang ke Panathinaikos.

Jalannya Pertandingan

Laga antara Anorthosis kontra Bremen yang dihelat di Antonis Papadopoulos Stadium, Kamis (27/11/2008) berjalan kurang menarik di menit-menit awal. Kedua tim yang butuh kemenangan untuk menjaga kans lolos ke babak knock out seperti menahan diri untuk membangun serangan.

Harus menunggu hingga menit 28 untuk bisa menyaksikan peluang pertama tercipta untuk kubu Bremen. Tendangan keras Hugo Almeida dari jarak sekitar 32 meter masih bisa ditepis dengan ujung jari kiper Zoltan Nagy.

Insiden tersebut menandai awal dominasi tim tamu karena dalam beberapa menit berselang ada beberapa peluang susulan tercipta. Setelah sepakan Frank Baumann dari luar kotak penalti masih melebar, upaya Diego melepaskan tendangan jarak jauh juga tak membuahkan hasil karena bola bergerak melebar menjauhi bidang sasaran.

Lima menit sebelum rehat, tuan rumah mengkreasikan satu-satunya peluang mereka di babak pertama. Dari umpan tendangan bebas Savio, Nicos Katsavakis memenangi perebutan bola dengan kiper Christian Vander. Kalau kemudian gol tak terjadi dari prosesi tersebut itu karena Vander terus merecoki pergerakan Katsavakis.

Di pertengahan babak kedua, tepatnya menit 62, Famagusta berhasil menjebol gawang Bremen. Pemain pengganti Nikolaou menghentak publik tuan rumah saat sepakannya meneruskan umpan tendangan sudut Savio mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Tuan rumah memperlebar keunggulannya menjadi 2-0 hanya enam menit berselang, kali ini Savio sendiri yang mencatatkan namanya di papan skor. Me-rebound bola mental hasil tendangan Frousos yang berhasil diblok Vander, bola yang bergulir ke arahnya dengan mudah dilesakkan ke dalam gawang.

Tak lama berselang Bremen mencetak gol penyama lewat titik putih. Menyusul pelanggaran Nikolaou terhadap Aaron Hunt di kotak terlarang, eksekusi penalti Diego mengubah kedudukan menjadi 2-1 masih untuk keunggulan tuan rumah.

Kemenangan Anarthosis yang sudah di depan mata mendadak lenyap saat laga munjuk menit 88. Memanfaatkan umpan tandukan Rosenberg, tembakan Boesnich dari tengah kotak penalti mengubah kedudukan menjadi 2-2. (din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads