Adalah pelatih Korut Kim Jong-hun yang melontarkan tuduhan tersebut. Jong-hun mengklaim para pemainnya tidak sehat sehingga harus menderita kekalahan 0-1 pada pertandingan yang digelar 1 April lalu tersebut.
"Sudah tidak diragukan lagi, insiden itu adalah akibat dari makanan yang dicampuri racun yang dilakukan secara sengaja karena mereka (pemain) tiba-tiba tidak bisa berdiri menjelang pertandingan," ujar pernyataan dari Korea Utara seperti dikutip YahooSports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Federasi Sepakbola Korsel mengatakan bahwa seorang dokter olahraga profesional sudah memeriksa para pemain Korut dan tidak menemukan masalah serius. Korut juga menolak pemeriksaan lanjutan seperti tes darah.
Lebih lanjut Federasi Sepakbola Korut mengklaim bahwa aksi itu adalah bagian dari politik konfrontasi yang dilakukan oleh Presiden Korsel Lee Myung-bak yang memang dikenal konservatif dan sejak awal berkuasa berniat bersikap keras terhadap Korut.
Tuduhan Korut ini juga muncul saat tensi relasi kedua negara sedang menegang pasca peluncuran roket Korut yang melewati wilayah udara Jepang. Aksi Korut ini mengundang kecaman internasional.
Korsel dan Korut bergabung dalam Grup B fase terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia. Korsel saat ini berada di puncak dengan 11 poin dan Korut satu peringkat di bawahnya dengan 10 angka. (arp/a2s)











































