Gelar Piala Winners Milan Digugat

Gelar Piala Winners Milan Digugat

- Sepakbola
Kamis, 16 Apr 2009 00:08 WIB
Gelar Piala Winners Milan Digugat
London - AC Milan mungkin akan kehilangan salah satu gelar yang sudah dimenanginya lebih dari 30 tahun lalu. Titel juara Piala Winners Rossoneri tahun 1973 digugat karena muncul tuduhan suap.

Bertempat di Kaftanzoglio Stadium, Salonika, Yunani, AC Milan meraih titel Piala Winners-nya yang kedua setelah menundukkan Leeds United dengan skor tipis 1-0. Pertandingan itu kemudian mengundang banyak perdebatan karena gol semata wayang yang dilesakkan Luciano Chiarugi terjadi secara kontroversial.

Chiarugi menjebol jala Leeds melalui tendangan bebas, padahal seharusnya itu merupakan indirect free kick. Wasit Yunani, Christos Michas, yang memimpin laga tersebut kemudian harus menjalani serangkaian penyelidikan karena ada dugaan dia menerima suap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Si wasit tersebut kemudian memang dijatuhi sanksi oleh UEFA dengan larangan memimpin seluruh pertandingan internasional. Namun keputusan tersebut tidak dibarengi dengan pembatalan gelar Milan. Upaya Leeds meminta laga ulang juga tak digubris otoritas sepakbola Eropa itu.

Kalau kemudian kasus lama tersebut muncul kembali ke permukaan, itu terkait dengan perayaan 36 tahun laga itu yang tepat jatuh pada 16 Mei 2009 ini. Adalah salah satu anggota Parlemen Eropa yang menguak kembali kisah tersebut dan mencoba "mengembalikan" gelar pada Leeds, yang dianggap lebih pantas mendapatkannya.

Richard Corbett yang mewakili hukum Yorkshire & Humber di Brussels bahkan sudah mengumpulkan 15.000 tandatangan dalam sebuah petisi yang meminta dilakukan investigasi lanjutan dari laga Milan kontra Leeds tersebut. Jika ditemukan bukti-bukti seperti yang sudah dituduhkan sebelumnya, maka gelar milik Diavolo Rosso harus dicabut dan diserahkan pada Leeds.

"Dengan upaya terkini UEFA untuk menghapus sindikat judi dan pengaturan pertandingan, UEFA harus bisa menunjukkan kalau di seluruh Eropa dan pada pertandingan yang sudah terjadi beberapa tahun lalu juga tidak menoleransi kecurangan dan manipulasi," seru Corbett sebagaimana diberitakan Reuters. (din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads