Bertempat di Kaftanzoglio Stadium, Salonika, Yunani, AC Milan meraih titel Piala Winners-nya yang kedua setelah menundukkan Leeds United dengan skor tipis 1-0. Pertandingan itu kemudian mengundang banyak perdebatan karena gol semata wayang yang dilesakkan Luciano Chiarugi terjadi secara kontroversial.
Chiarugi menjebol jala Leeds melalui tendangan bebas, padahal seharusnya itu merupakan indirect free kick. Wasit Yunani, Christos Michas, yang memimpin laga tersebut kemudian harus menjalani serangkaian penyelidikan karena ada dugaan dia menerima suap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau kemudian kasus lama tersebut muncul kembali ke permukaan, itu terkait dengan perayaan 36 tahun laga itu yang tepat jatuh pada 16 Mei 2009 ini. Adalah salah satu anggota Parlemen Eropa yang menguak kembali kisah tersebut dan mencoba "mengembalikan" gelar pada Leeds, yang dianggap lebih pantas mendapatkannya.
Richard Corbett yang mewakili hukum Yorkshire & Humber di Brussels bahkan sudah mengumpulkan 15.000 tandatangan dalam sebuah petisi yang meminta dilakukan investigasi lanjutan dari laga Milan kontra Leeds tersebut. Jika ditemukan bukti-bukti seperti yang sudah dituduhkan sebelumnya, maka gelar milik Diavolo Rosso harus dicabut dan diserahkan pada Leeds.
"Dengan upaya terkini UEFA untuk menghapus sindikat judi dan pengaturan pertandingan, UEFA harus bisa menunjukkan kalau di seluruh Eropa dan pada pertandingan yang sudah terjadi beberapa tahun lalu juga tidak menoleransi kecurangan dan manipulasi," seru Corbett sebagaimana diberitakan Reuters. (din/krs)











































