Capello memiliki prinsip: hanya memilih yang terbaik. Prinsip itu dipegangnya dengan teguh ketika melatih di tim mana pun. Pria yang biasa dipanggil Don Fabio ini tidak segan untuk memarkir bintang.
Ketika menangani Real Madrid di musim 2006/07 misalnya, Capello sempat memarkir David Beckham dan peraih gelar pemain terbaik dunia tiga kali Ronaldo, serta bintang Italia Antonio Cassano. Hasilnya, Madrid menjadi juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasib serupa dialami pemain muda Arsenal Theo Walcott. Meski tampil menjanjikan pasca cedera, ia tidak disertakan untuk laga kualifikasi Piala Dunia melawan Ukraina malam ini, yang apa pun hasilnya tak mempengaruhi posisi Inggris.
Rio Ferdinand pun sadar bahwa posisinya pun juga tak terjamin. "Pelatih mengatakan bahwa bila Anda tampil cukup baik, Anda akan bermain. Dia tidak peduli apakah Anda sudah memiliki caps sebanyak 80 atau bahkan baru satu," ujar bek Manchester United ini, seperti dilansir Sportinglife.
"Sistem ini membuat masuknya beberapa muka baru, yang bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya, ke dalam tim. Namun mereka yang datang telah melakukan tugasnya dengan sempurna dan kami telah melalui babak kualifikasi yang terbaik di sepanjang sejarah negara ini," lanjut Ferdinand.
Pemain yang tahun ini berusia 31 tahun tersebut mendukung sikap tanpa kompromi Capello. Dengan sistem yang diterapkan menuntut pemain untuk selalu dalam penampilan terbaik.
"Yang jelas tabungan kami tidak akan cukup untuk 'membeli' tempat utama di tim Capello," canda Ferdinand.
(nar/nar)











































