Giorgios Karagounis dkk tengah mempersiapkan diri melawan Ukraina untuk memperebutkan sisa tiket ke putaran final Piala Dunia 2010 lewat jalur playoff. Yunani harus melewati jalur ini karena kalah satu angka dari Swiss di klasemen akhir Grup 2.
Untuk dua pertandingan home-away, mereka akan menjadi tuan rumah di Athena hari Sabtu lusa, sebelum menjadi tamu buat Ukraina empat hari kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yunani mulai diperhitungkan kekuatannya sejak dilatih Rehhagel di tahun 2001, dan terutama ketika mereka menghebokan dunia di ajang Euro 2004. Menjadi tim yang paling tidak dijagokan, tim dari 'Negeri Mitos' ini malah tampil sebagai juara. Mereka mengalahkan Portugal, Prancis dan Republik Ceko, serta Portugal lagi di final.
Berstatus juara Eropa, Yunani malah tidak lolos ke Piala Dunia 2006. Di fase kualifikasi mereka kalah bersaing dengan Ukraina dan Turki (yang lolos lewat playoff).
Dua tahun berikutnya mereka lolos dari kualifikasi Euro 2008, dan tampil di putaran final di Austria-Swiss. Namun, alih-alih mempertahankan gelar, Yunani malah kandas di babak pertama.
Kali ini Yunani masih fifty-fifty peluangnya, apakah bisa berangkat ke Afrika Selatan atau absen lagi di Piala Dunia, seperti halnya di Jerman 2006. Ukraina, lawan mereka di playoff, tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Paling tidak mereka bisa melewati Kroasia di Grup 6 yang dimenangi Inggris itu.
"Dua tim yang sangat bagus akan bertanding. Tapi, pada akhirnya saya percaya kami akan lolos," harap gelandang asal Panathinaikos, Kostas Katsouranis, dikutip Reuters.
"Kami menginginkan sebuah kemenangan dan tidak kebobolan. Tapi sekalipun 0-0 di Athena, harapan kami pun masih terbuka. Saat ini mereka dalam kondisi yang sangat baik, tapi kami optimistis," sambung pemain berusia 30 tahun itu. (a2s/din)











































