MU harus tersingkir dari Liga Champions karena aturan gol tandang meski mengalahkan Bayern 3-2 saat leg kedua di Old Trafford, Kamis (8/4/2010). MU sempat memimpin 3-0 sebelum Olica Olic memperkecil kekalahan.
Namun Bayern diuntungkan dengan dikartu merahnya Rafael sehingga MU bermain dengan sepuluh pemain. Bek MU itu harus diganjar kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning kedua karena pelanggaran kepada Franck Ribery.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (wasit) mendapat tekanan yang dilakukan pemain Bayern Munich, setiap orang dapat melihat itu. Dia memutuskan tak memberikan kartu, kemudian mendapatkan tekanan melakukan itu," kata Fletcher seperti dilansir Sky.
"Dia (Rafael) masih muda dan dia akan belajar dari hal itu. Dia memiliki masa depan yang baik dan dia akan menjadi pemain besar. Dia merupakan aset besar bagi Manchester United," kata pemain berusia 26 tahun ini.
MU pun mulai kesulitan mengembangkan permainannya setelah Rafael dikartu merah di menit ke-50. Sedangkan Bayern dapat memanfaatkan kondisi MU tersebut dan Robben berhasil mencetak gol di menit ke-74.
"Kartu merah membuat ini sangat sulit. Sedangkan mereka memainkan bola dengan baik, mereka terus mempertahankan itu dan kami sangat sulit untuk menciptakan peluang setelah itu," ungkapnya.
Bukan hanya Fletcher, manajer MU Alex Ferguson sebelumnya juga sempat mengkritik reaksi para pemain Bayern. Kartu merah Rafael tak pelak jadi salah satu titik balik dalam laga MU atas Bayern. (key/arp)











































