Fletcher: Pemain Bayern Tekan Wasit

Fletcher: Pemain Bayern Tekan Wasit

- Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2010 08:27 WIB
Fletcher: Pemain Bayern Tekan Wasit
Manchester - Darren Fletcher setuju dengan pernyataan manajer Alex Ferguson. Gelandang Manchester United ini merasa para pemain Bayern Munich menekan wasit untuk memberikan kartu merah kepada Rafael.

MU harus tersingkir dari Liga Champions karena aturan gol tandang meski mengalahkan Bayern 3-2 saat leg kedua di Old Trafford, Kamis (8/4/2010). MU sempat memimpin 3-0 sebelum Olica Olic memperkecil kekalahan.

Namun Bayern diuntungkan dengan dikartu merahnya Rafael sehingga MU bermain dengan sepuluh pemain. Bek MU itu harus diganjar kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning kedua karena pelanggaran kepada Franck Ribery.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arjen Robben akhirnya mencetak gol yang menentukan di menit ke-74. Sementara mengenai kartu merah Rafael, Fletcher yakin bahwa wasit sebelumnya tidak ingin mengeluarkan pemain Brasil itu sebelum pemain Bayern melakukan protes.

"Dia (wasit) mendapat tekanan yang dilakukan pemain Bayern Munich, setiap orang dapat melihat itu. Dia memutuskan tak memberikan kartu, kemudian mendapatkan tekanan melakukan itu," kata Fletcher seperti dilansir Sky.

"Dia (Rafael) masih muda dan dia akan belajar dari hal itu. Dia memiliki masa depan yang baik dan dia akan menjadi pemain besar. Dia merupakan aset besar bagi Manchester United," kata pemain berusia 26 tahun ini.

MU pun mulai kesulitan mengembangkan permainannya setelah Rafael dikartu merah di menit ke-50. Sedangkan Bayern dapat memanfaatkan kondisi MU tersebut dan Robben berhasil mencetak gol di menit ke-74.

"Kartu merah membuat ini sangat sulit. Sedangkan mereka memainkan bola dengan baik, mereka terus mempertahankan itu dan kami sangat sulit untuk menciptakan peluang setelah itu," ungkapnya.

Bukan hanya Fletcher, manajer MU Alex Ferguson sebelumnya juga sempat mengkritik reaksi para pemain Bayern. Kartu merah Rafael tak pelak jadi salah satu titik balik dalam laga MU atas Bayern. (key/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads