Timnas Gibraltar: Ada Polisi, Pemadam Kebakaran, sampai Agen Pengiriman Barang

Timnas Gibraltar: Ada Polisi, Pemadam Kebakaran, sampai Agen Pengiriman Barang

- Sepakbola
Senin, 08 Sep 2014 12:45 WIB
Timnas Gibraltar: Ada Polisi, Pemadam Kebakaran, sampai Agen Pengiriman Barang
JOSE MANUEL RIBEIRO/AFP/Getty Images
Jakarta -

Gibraltar merintis jalan ke Piala Eropa 2016 dengan hasil babak belur. Sebagai tim termuda di UEFA, tim nasional yang dibesut Allen Bula itu memang tak melulu diisi pemain profesional.

Tim nasional Gibraltar tak bisa bermain di negara sendiri saat melakoni laga perdana Kualifikasi Piala Eropa 2016 versus Polandia. Karena tak mempunyai stadion yang sesuai standart, mereka harus 'numpang' di Estadio Algarve, Faro, Portugal, Senin (7/9/2014) dinihari WIB. Gibraltar akhirnya harus menuai kekalahan telak 0-7 dari Polandia.

Kekuatan dua tim memang sangat timpang. Gibraltar kalah jauh dalam penguasaan bola 35:65. Sepanjang pertandingan Gibraltar hanya membuat empat kali peluang gol namun tak satupun yang berbuah gol. Gibraltar pun harus puas ada di posisi paling buncit Grup D.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gibraltar memang pendatang baru di kompetisi UEFA. Mereka resmi menjadi anggota resmi UEFA sekitar setahun lalu, tepatnya pada Mei 2013 sebagai anggota ke-54.

Sudah menjadi anggota terbaru, tim yang dijuluki Team 54 itu juga menjadi negara dengan penduduk paling sedikit di antara negara-negara anggota UEFA. Jumlah penduduk Gibraltar hanya setara dengan gabungan kecamatan Mampang Prapatan dan Kebayoran Baru, sekitar 30 ribu jiwa.

Menilik susunan pemain dalam laga perdana babak kualifikasi grup Piala Eropa 2016, profesi sepakbola profesional belum bisa jadi pegangan. Susunan pemain Gibraltar bikin geleng-geleng kepala. Dalam starting XI laga itu, Gibraltar hanya diperkuat dua pesepakbola profesional.

Pemain lain hanya menjadikan sepakbola sebagai sambilan. Bukan cuma para pekerja lapangan, sebagian di antaranya adalah pekerja kantoran. Uniknya lagi, ada tiga bersaudara yang masuk dalam timnas itu.

Dua pemain profesional yang memperkuat timnas Gibraltar itu adalah bek Scott Wisemen dari Preston dan gelandang milik Bnei Yahuda, Liam Walker.

Dari posisi belakang, kiper mereka, Jordan Perez, berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Joseph Chipolina adalah pegawai administrasi. David Artell memperkuat Bala Town yang bermain di kompetisi profesional Wales. Kini dia juga menjabat sebagai manajer operasional akademi sepakbola Crewe. Karier lainnya juga tengah dikembangkan Chipolina. Dengan modal sebagai lulusan Biologi, Universitas Chester, dia mulai menekuni ilmu hayati.

Roy Chipolina yang menjadi pegawai kantor panjak juga memperkuat timnas. Sesama Chipolina--Joseph dan Roy--tidak mempunyai hubungan darah. Roy terdaftar sebagai pegawai kantor pajak sepuluh tahun terakhir. Pria 31 tahun itu juga masuk tim inti di klub lokal Lincoln.

Gibraltar juga mempunyai pemain yang berpofesi sebagai polisi. Dia Lee Casciaro. Bersama Lincoln, Lee meraih 12 gelar juara beruntun liga domestik. Dia juga pernah mendapatkan penghargaan tertinggi sebagai individu, menjadi atlet terbaik Gibraltar pada 2012. Tak hanya mengisi timnas sepakbola, Lee juga salah satu pemain di timnas futsal negaranya.

Lee memang tumbuh di keluarga atlet. Dua saudara dia juga mausk timnas, Saat menghadapi Polandia, mereka tampil bersama-sama. Ryan dan Kyle. Ryan juga seorang polisi sedangkan Kyle bekerja sebagai agen pengiriman barang.

Ada pula penjaga toko dalam timnas Gibraltar. Dia pemain muda Rafael Bado. Kini dia tergabung dengan tim amatir domestik Lynnx FC.

Brian Perez juga mempunyai pekerjaan yang jauh dari sepakbola. Dia pegawai di departemen listrik.

Lantas siapa pelatih yang meracik timnas Gibraltar? Allen Bula, 49 tahun, mantan pemain timnas Gibraltar. Semasa menajdi pemain dia pernah memperkuat Gibraltar United, St. Joseph, dan Glacis United. Dia pernah bekerja sebagai pelatih di akademi tim divisi satu Slovakia, MFK Kosice.

Bula tak hanya memaksimalkan skuat yang dimiliki untuk menghadapi Kualifikasi Piala Eropa 2016. Dia menambahkan satu pesan khusus kepada anak asuhnya sebelum berjumpa Polandia yang mempunyai pemain top seperti Robert Lewandowski.

"Saya berpesan agar para pemain tidak minta tanda tangan kepada dia (Robert Lewandowski). Mereka sempat melontarkan candaan untuk minta tanda tangan seusai pertandingan," kata Bula seperti dikutip Daily Mail.

Jalan Gibraltar untuk lolos ke Prancis masih panjang. Mereka masih ditunggu tim-tim besar lainnya dalam grup yang sama, juara dunia 2014 Jerman dan Skotlandia.

(fem/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads