Piala Dunia 2022 di Qatar dipastikan akan digelar di musim dingin, setelah FIFA menentukan tanggal 18 Desember sebagai hari dihelatnya partai final turnamen tersebut.
Kepastian itu didapat dari hasil rapat komite eksekutif (EXCO) FIFA yang digelar di markas besar mereka di Zurich, Kamis (19/3) malam waktu setempat atau Jumat dinihari WIB. Ini juga menuntaskan segala polemik yang terjadi dalam empat tahun, semenjak Qatar ditunjuk menjadi tuan rumah, mengenai waktu perhelatan turnamen.
Sebab jika mengikuti tradisi selama ini di mana Piala Dunia selalu digelar di musim panas, maka akan sangat mustahil Qatar menggelarnya karena di bulan Juni-Juli suhu di sana bisa mencapai lebih dari 40 derajat celcius, yang dapat membahayakan pemain serta penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengonfirmasi bahwa Komite Eksekutif hari ini, berdasarkan saran dari komite Task Force.. mengumumkan bahwa kami akan menggelar Piala Dunia di bulan November dan Desember, dengan laga final akan dimainkan pada 18 Desember," ujar juru bicara FIFA, Walter de Gregorio, seperti dikutip Reuters.
"Itu hari Minggu dan juga jadi Hari Nasional di Qatar. Pada prinsipnya kami akan coba menggelar turnamen ini dalam 28 hari. Langkah berikutnya adalah pembicaraan terkait penyelenggaraan turnamen tersebut," sambungnya.
Dengan final bakal dimainkan pada tanggal 18 Desember 2022 dan keinginan FIFA untuk memangkas waktu turnamen menjadi hanya 28 hari, maka kemungkinan besar Piala Dunia pertama di Timur Tengah itu akan dimulai pertengahan November.
Meski demikian ide untuk menggelar Piala Dunia di musim dingin ini mendapat tentangan dari Asosiasi Klub-klub Eropa, karena saat itu sebagian besar kompetisi di Benua Biru tengah bergulir.
(mrp/raw)











































