'Si Jenius' Best, Takluk oleh Alkohol
Sabtu, 26 Nov 2005 00:23 WIB
Jakarta - Layaknya Diego Maradona dan Pele, George Best selalu diingat walaupun sudah gantung sepatu. Namun sang superstar akhirnya takluk oleh alkohol.Tidak banyak pemain yang diingat pecinta sepakbola saat sudah meninggalkan lapangan hijau. Beberapa nama yang terkecuali bisa kita sebutkan seperti Maradona atau Pele yang kemudian diakui FIFA sebagai "Pemain Terbaik Abad 20".Best memang tidak mendapat gelar di masa pensiunnya. Namun kiprah mantan pemain terbaik Inggris Raya juga Eropa itu di dunia sepakbola tercatat dengan tinta emas dalam FIFA "Hall of Fame". Dilahirkan 22 Mei 1946 di Belfast, Irlandia Utara, Best sudah menapaki karir di Theatre of Dreams dalam usia 16 tahun. Adalah pelatih MU saat itu Sir Matt Busby yang menemukannya, dan memberikan sebutan "jenius".Penilaian Busby tidak keliru. Setelah hanya melakoni 15 pertandingan bersama MU, Best langsung menembus timnas Irlandia Utara. Namun tidak adanya tandem sepadan di negaranya saat itu membuat karir Best di kompetisi internasional tidak bersinar. Sebanyak 37 pertandingan dilakoninya bersama Irlandia Utara tahun 1964-1977, mencetak hanya sembilan gol dan tidak pernah tampil di Piala Dunia.Namun bersama The Red Devils Best seakan hidup di dunia lain. Selama 11 tahun berkostum merah hingga 1974, 136 gol dikoleksinya dari 361 pertandingan. Gelar yang pernah diraih antara lain juara Liga Inggris (1964-65, 1966-67), juga Piala Champions 1968 di mana Best dinobatkan sebagai pemain terbaik Inggris Raya serta pemain terbaik Eropa.Kemenangan 5-1 MU atas Benfica di perempatfinal Piala Champions tahun 1966 adalah salah satu pertandingan yang monumental karena media Potugal memberikan julukan "El Beatle". Nama panggilan ini dengan mudah diterima karena penampilannya dengan rambut lurus gondrong tak tertata, mirip anggota grup musik legenda The Beatles. Seperti David Beckham saat ini, pada era 1960-1970an, gaya Best menjadi acuan para penggemarnya terutama kalangan muda.Namun gelar Piala Champions 1968 menjadi puncak sukses Best. Memasuki tahun 1970, berita miring mengenai Best lebih mendominasi terutama soal kebiasaannya di dunia glamour yang akrab dengan alkohol, judi dan wanita. "Saya menghabiskan sebagian besar uang saya untuk minuman, wanita dan mobil mewah. Sisanya habis begitu saja," ujar Best suatu ketika.Karirnya yang menjanjikan seketika berakhir. Tahun 1972 Best sempat mengumumkan pensiun, tetapi hanya selang dua tahun melakukan comeback bersama MU. Namun ini hanya sementara karena MU kemudian menjualnya ke tim kecil Dunstable Town. Selanjutnya Best terlempar di klub-klub kecil lain seperti Stockport County, Los Angeles Aztecs, Cork Celtic ((1975), Fulham (1976), Fort Lauderdale Strikers (1978), Hibernian (1979) San Jose Earthquakes (1980) dan Bournemouth (1983-1984)Tidak hanya karir, kehidupan rumah tangga Best juga mengalami nasib serupa. Tahun 1977 Best cerai dengan Angela Macdonald-James meski telah dikarunia serang anak laki-laki. Pernikahan keduanya dengan Alex Pursey tahun 1995 pun kandas Oktober tahun ini.Citra Best sempat membaik setelah beralih profesi sebagai komentator di televisi swasta. FIFA kemudian memasukkan namanya dalam "FIFA Hall of Fame" tahun 2000. Namun ketergantungan terhadap alkohol memaksa Best harus menjalani transplantasi liver tahun 2003, hingga akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Cromwell, Inggris.Foto: George Best (1946-2005) (Scotsman). (lom/)











































