sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 01 Jun 2020 09:40 WIB

Meski Ada Corona, Nilai Jual Mbappe Tetap Tembus Rp 2,8 Triliun

Adhi Prasetya - detikSport
MADRID, SPAIN - NOVEMBER 26: Kylian Mbappe of Paris Saint-Germain looks on during the UEFA Champions League group A match between Real Madrid and Paris Saint-Germain at Bernabeu on November 26, 2019 in Madrid, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images) Mbappe menjadi pemain dengan nilai jual tertinggi di Eropa saat ini. Foto: David Ramos/Getty Images
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat nilai jual pesepakbola menurun, termasuk Kylian Mbappe. Meski begitu, harga pasaran striker Prancis itu masih bernilai tinggi, yakni sekitar Rp 2,8 triliun!

Sebuah studi dilakukan oleh KPMG Football Benchmark untuk mengetahui dampak krisis COVID-19 terhadap harga pasar seorang atlet sepakbola. Dalam laporan riset ini, KPMG mengambil data dari 10 liga teratas di Eropa.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan cukup kompleks, mulai dari kondisi keuangan klub, sisa durasi kontrak pemain, umur pemain, hingga durasi bursa transfer.

Selain itu, ada juga tiga aspek kunci yang dipertimbangkan. Pertama, situasi keuangan klub dan potensi pendapatan yang hilang. Kedua, lamanya waktu yang dihabiskan seorang pemain tanpa bertanding selama pandemi. Ketiga, jumlah kesempatan yang dilewatkan pemain untuk tampil menunjukkan performanya.

Dari situ, muncul dua skenario, yakni nilai jual pemain jika liga tempatnya bermain dihentikan dan nilai jual pemain jika liga dilanjutkan sampai tuntas. Dalam studi ini, dari 10 liga yang diteliti, ada tiga yang sudah disetop, yakni Liga Prancis, Belanda, dan Belgia.

Lewat algoritma Player Valuation Tool yang menggunakan data dari Opta dan sumber lainnya, didapat hasil terkait seberapa besar penurunan nilai jual pemain.

Sebagai contoh, Kylian Mbappe. Sebelum pandemi, nilai jualnya mencapai 225 juta Euro. Namun setelah pandemi, harganya berdasarkan studi KPMG mengalami penurunan sebesar 21,5 persen, menjadi hanya 177 juta Euro (sekitar Rp 2,88 triliun).

Neymar pun bernasib sama. Bermain di Liga Prancis yang kompetisinya disetop, nilai jualnya pun turun 21,7 persen, dari 175 juta Euro menjadi 137 juta Euro.

Kondisi berbeda dialami Raheem Sterling, pemain bernilai tertinggi ketiga di daftar ini. Bermain di Liga Inggris yang akan dilanjutkan pada 17 Juni, penurunan nilai jualnya hanya 10,5 persen, dari 150 juta Euro menjadi 134 juta Euro.

Hasil studi di atas bisa memperkirakan langkah klub-klub besar di bursa transfer musim panas kali ini. Dengan banderol yang masih tinggi dan pendapatan klub-klub top yang menurun, besar kemungkinan Mbappe akan bertahan di Paris Saint-Germain musim depan.

Real Madrid, yang gencar dikaitkan dengannya, kemungkinan besar baru akan mengambil langkah konkret di tahun 2021, saat kontrak Mbappe bersama PSG tersisa setahun lagi.



Simak Video "Dear Neymar, Setien Menantimu Pulang ke Barcelona"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com