sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 15 Jun 2020 00:30 WIB

Donald Trump Ogah Tonton Lagi Timnas AS, Mengapa?

Bayu Baskoro - detikSport
HELSINKI, FINLAND - JULY 16: President Donald Trump shows off a World Cup football given to him by Russian President Vladimir Putin during a joint press conference after their summit on July 16, 2018 in Helsinki, Finland. The two leaders met one-on-one and discussed a range of issues including the 2016 U.S Election collusion.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images) Donald Trump mengancam tak mau lagi menyaksikan pertandingan timnas Amerika Serikat. (Foto: Getty Images/Chris McGrath)
Washington DC -

Donald Trump menyerang Timnas Amerika Serikat di media sosial. Presiden AS itu mengaku tak mau lagi menyaksikan laga-laga kesebelasan negaranya. Apa alasannya?

Pernyataan itu disampaikan dalam cuitan di akun resmi Twitter miliknya, Minggu (14/6/2020). Trump membalas kutipan akun @weartv yang menyebut pemain Timnas AS, baik tim pria mau pun wanita, diizinkan berlutut selama lagu kebangsaan.



"Saya tak mau menontonnya lagi!" cuit Trump via akun @realDonaldTrump.

Melansir Mirror, kemarahan Trump itu dipicu wacana Federasi Sepakbola AS (USSF) yang mencabut kebijakan pemain timnas berdiri selama lagu kebangsaan AS, The Star-Spangled Banner, berkumandang sebelum pertandingan. Kebijakan tersebut merespon kasus kematian George Floyd, warga Afrika-Amerika yang tewas dibunuh oknum polisi Minneapolis berkulit putih.

Salah satu cara masyarakat, terutama buat atlet, menunjukkan solidaritas kepada George Floyd adalah dengan berlutut. Aksi ini terinspirasi dari Colin Kaepernick, pemain Liga American Football (NFL), yang berlutut selama lagu kebangsaan pada 2016 sebagai bentuk perlawanannya atas rasisme yang masih terjadi di Negeri Paman Sam.

Aksi serupa juga pernah ditunjukkan Megan Rapinoe saat laga persahabatan timnas wanita AS kontra Thailand tahun 2016. Peraih Ballon d'Or Wanita 2019 tersebut berlutut untuk menunjukkan solidaritasnya ke Kaepernick, sekaligus protesnya terhadap diskriminasi kepada kaum minoritas yang dilakukan otoritas AS.

Megan Rapinoe.Megan Rapinoe berlutut saat lagu kebangsaan Amerika Serikat berkumandang. (Foto: Kevin C. Cox/Getty Images)

"Federasi Sepakbola AS memberikan suara kemarin sore untuk mencabut kebijakan 604-1 yang mengharuskan pemain kami berdiri selama lagu kebangsaan," begitu isi pernyataan yang disampaikan USSF, Kamis (11/6).

"Kebijakan itu diberlakukan setelah Megan Rapinoe berlutut, dalam solidaritasnya dengan aksi damai yang diinspirasi Colin Kaepernick, sebagai bentuk protes atas kebrutalan polisi dan penindasan sistematis kepada orang kulit hitam dan kulit berwarna di Amerika Serikat," USSF mengungkapkan.

Presiden Trump diketahui sangat mengecam aksi berlutut ala Kaepernick di arena olahraga. Politikus Partai Republik tersebut menyebut tindakan itu melecehkan lambang negara dan kehormatan Amerika Serikat.



Simak Video "Donald Trump Sebut Regeneron Lebih Penting dari Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com