sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 21 Jul 2020 16:02 WIB

Ballon D'Or 2020 Batal karena Alasan-alasan Ini

Adhi Prasetya - detikSport
Barcelonas soccer player Lionel Messi holds the trophy of the Golden Ball award ceremony in Paris, Monday, Dec. 2, 2019. Messi won the Ballon dOr for sixth time. (AP Photo/Francois Mori) Lionel Messi, peraih Ballon d'Or tahun lalu. Foto: AP Photo/Francois Mori
Jakarta -

Ballon d'Or 2020 sudah resmi dibatalkan. France Football (FF) selaku penyelenggara menjelaskan dengan detail alasan di balik keputusan tersebut.

Pandemi COVID-19 yang merajalela sejak awal tahun membuat jadwal kompetisi sepakbola di seluruh dunia menjadi rusak. Ada penyesuaian di sana-sini yang terpaksa dilakukan otoritas sepakbola, baik level nasional, regional, hingga FIFA.

Akibatnya, majalah asal Prancis itu tak punya pilihan selain membatalkannya. Begini penjelasan FF, seperti dikutip Associated Press:

1. Perubahan Aturan dan Format Kompetisi

"Musim ini (2019/20) dimulai dengan menggunakan sejumlah aturan tertentu, namun akhirnya harus berubah di akhir musim. Di Januari dan Februari, sepakbola masih dihadiri penonton di stadion, namun menjadi kosong di Mei dan Juni," ujar Editor FF, Pascal Ferré.

"Ada juga pergantian pemain sebanyak 5 kali, bukannya 3 seperti biasanya. Lalu format Liga Champions pun berubah, dari yang tadinya sistem dua leg menjadi sekali main saja sejak perempatfinal," sambungnya.

LONDON, ENGLAND - AUGUST 21:  The fourth official displays the electronic substitution board during the Premier League match between West Ham United and AFC Bournemouth at London Stadium on August 21, 2016 in London, England.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)Pergantian pemain awalnya hanya 3 kali, namun berubah menjadi 5 kali usai terjadinya pandemi virus Corona. Foto: Mike Hewitt/Getty Images

2. Piala Eropa dan Copa America Diundur

Dengan mundurnya Piala Eropa dan Copa America hingga tahun depan, maka peran hasil Liga Champions dalam penentuan peraih bola emas menjadi vital, selain kompetisi domestik. Namun dengan jumlah sisa laga yang berkurang karena perubahan format, FF merasa penilaian jadi terlihat kurang adil.

"Ballon d'Or jadi hanya diputuskan lewat tiga pertandingan; perempatfinal, semifinal, dan final (Liga Champions) saja," ujar Ferré.

"Ada banyak perubahan yang berlaku, dan kami tak masalah, mengingat krisis kesehatan dunia saat ini. Namun dengan demikian, sepakbola tahun ini tidak bisa dianggap normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Keadaan yang tak biasa membuat munculnya keputusan yang tak biasa pula."

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 21:  The UEFA European Championship trophy is displayed next to the logo for the UEFA EURO 2020 tournament and the individual city logos during the UEFA EURO 2020 launch event for London at City Hall on September 21, 2016 in London, England.  (Photo by Dan Istitene/Getty Images)Mundurnya gelaran Piala Eropa hingga tahun depan turut memberi andil pembatalan Ballon d'Or tahun ini. Foto: Dan Istitene/Getty Images

3. Pemain bintang tak diberitahu sebelumnya hingga pengambilan keputusan

"Kami independen dan tak pernah menanyakan pendapat mereka (soal pembatalan). Kami akan menerima rasa frustrasi mereka sebagai wujud keterikatan mereka dengan penghargaan ini," kata Ferré.

Padahal, FF melihat gelaran tahun ini akan lebih kompetitif. "Lihatlah performa (Robert) Lewandowski musim ini, dia selevel dengan (Lionel) Messi dan (Cristiano) Ronaldo. Dan para pemain PSG (semisal Neymar dan Kylian Mbappe), bayangkan seandainya mereka juara Liga Champions," jelasnya.

BERLIN, GERMANY - JULY 04: Robert Lewandowski of FC Bayern Muenchen celebrates after scoring his team's fourth goal during the DFB Cup final match between Bayer 04 Leverkusen and FC Bayern Muenchen at Olympiastadion on July 04, 2020 in Berlin, Germany. (Photo by Alexander Hassenstein/Getty Images)Lewandowski sudah mencetak 51 gol musim ini dan masih bisa bertambah, sebab Liga Champions belum usai. Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein

4. Ballon d'Or dipastikan akan kembali pada 2021

Ferré menyebut pembatalan akan dilakukan pada tahun ini saja. Andai pandemi COVID-19 masih berlangsung di musim depan dan perubahan format dan aturan yang ada terus dipakai, mereka tetap akan menggelar anugerah tersebut.

Sebab, perubahan tersebut tidak terjadi mendadak di tengah musim.

"Musim ini terbagi menjadi dua bagian, yakni periode normal dan tidak normal. Jika di 2021 semua partai dimainkan tanpa penonton dan pergantian pemain sebanyak 5 kali terus berlaku, kami akan menyesuaikan diri, karena kondisinya lebih adil," jelasnya soal akan kembalinya Ballon d'Or tahun depan.



Simak Video "Ballon d'Or 2020 Resmi Ditiadakan"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com