sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 02 Sep 2020 08:05 WIB

Cocoklogi Michael Jordan di Bulls dan Lionel Messi di Barca

Kris Fathoni W - detikSport
BARCELONA, SPAIN - AUGUST 08: Mario Rui of SSC Napoli  battles for possession with  Lionel Messi of Barcelona during the UEFA Champions League round of 16 second leg match between FC Barcelona and SSC Napoli at Camp Nou on August 08, 2020 in Barcelona, Spain.  (Photo by David Ramos/Getty Images) Cocoklogi Michael Jordan di Bulls dan Lionel Messi di Barca. (Foto: Getty Images/David Ramos)
Jakarta -

Masa depan Lionel Messi di Barcelona sedang jadi spekulasi. Menggunakan 'ilmu' cocoklogi, yang terjadi di Chicago Bulls dengan Michael Jordan bisa jadi pertanda buruk buat Barca.

Pada masa jayanya, Jordan adalah maestro di ajang NBA. Kiprah Michael Jordan pula yang bikin Chicago Bulls merajalela sehingga mencapai era keemasan nan dominan sedari awal 1990-an. Sebuah dinasti.

Kebersamaan Michael Jordan dengan Bulls sendiri terbagi ke dalam dua periode, diselingi sebuah keputusan pensiun (yang tidak permanen). Yang pertama adalah pada 1984-1993 dan kemudian periode 1995-1998.

Michael Jordan benar-benar mengucapkan perpisahan dengan Bulls pada tahun 1998, setelah memenangi cincin juara NBA yang keenam. Buat Bulls, belum pernah ada lagi gelar juara NBA yang mampu diraih sepeninggal Jordan.

Yang menarik, dengan cocoklogi seperti yang dilansir Marca, situasi serupa ada di Barcelona dengan Messi saat ini. Seperti halnya Jordan dengan Chicago Bulls pada masanya, Messi di Barca adalah sesuatu yang sedemikian identik satu sama lain.

Namun, Lionel Messi bisa saja pergi meninggalkan Barcelona pada musim panas ini, setelah meraih enam Ballon d'Or bersama klub Catalan tersebut.

Cocokloginya masih berlanjut. Selain perihal 'enam' dari Jordan dan Messi, ada pula situasi dari tim mereka masing-masing.

Kepergian Michael Jordan dari Bulls tahun 1998 terjadi saat ada perombakan besar yang bikin pemain macam Scottie Pippen dan Dennis Rodman dilepas. Pelatih sukses Phil Jackson pun terimbas.

Guard Michael Jordan of the Chicago Bulls in action during a game against the Milwaukee Bucks at the Bradley Center in Milwaukee, Wisconsin.Aksi Michael Jordan untuk Chicago Bulls. (Foto: Getty Images)

Hal serupa bisa terjadi di Barcelona saat ini. Ronald Koeman baru saja didatangkan sebagai pelatih baru, dengan perombakan besar-besaran tampak akan terjadi di skuad Blaugrana sehingga membuat pemain-pemain kawakan macam Luis Suarez bakal dilepas.

Selain itu, masih dalam nuansa cocoklogi, Barcelona saat ini dan Bulls ketika itu juga sama-sama menghadapi kondisi finansial yang tidak ideal akibat situasi.

Tahun ini Barcelona menjadi salah satu klub yang terimbas dari pandemi virus Corona, yang sempat bikin musim terhenti selama tiga bulan. Sementara Bulls terlibat dalam lockout NBA pada 1998 sampai 1999.

Sebagai pemain bintang, Michael Jordan dan Lionel Messi pun sama-sama menjadi komoditas tersendiri buat tim, termasuk dalam urusan jual pernak-pernik merchandise. Kehilangan pemain macam itu jelas akan berdampak pada kas klub.

Yang sedikit membedakan dari kedua situasi itu adalah Chicago Bulls baru bisa berjaya di era Michael Jordan, sedangkan Barcelona mampu meraih banyak kesuksesan bahkan sebelum Lionel Messi datang. Tapi andaikata Messi jadi pergi musim panas ini, tak terbantahkan bahwa Blaugrana akan sangat kehilangan La Pulga, paling tidak untuk beberapa waktu ke depan. Fans Blaugrana tentu tak mau tim kesayangan mereka bernasib seperti Bulls yang masih terus kesulitan sepeninggal Jordan.

(krs/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com