sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 16 Sep 2020 18:30 WIB

Duh, Alvaro Gonzalez Diancam Dibunuh Gegara Rasis ke Neymar

Bayu Baskoro - detikSport
Marseilles Spanish defender Alvaro Gonzalez celebrates after winning  the French L1 football match between Paris Saint-Germain (PSG) and Marseille (OM) at the Parc de Princes stadium in Paris on September 13, 2020. (Photo by FRANCK FIFE / AFP) Alvaro Gonzalez mendapat ancaman pembunuhan usai ribut dengan Neymar. (Foto: AFP/FRANCK FIFE)
Paris -

Alvaro Gonzalez dituding melontarkan hinaan rasisme ke Neymar di Liga Prancis. Bek Olympique Marseille itu kemudian diteror dan mendapat ancaman pembunuhan.

Alvaro terlibat insiden dengan Neymar saat menit-menit akhir duel Le Classique antara Paris Saint-Germain vs Marseille di Parc des Princes, Senin (14/9/2020) dini hari WIB. Kepala bek asal Spanyol itu ditempeleng Neymar.

Striker PSG itu berang lantaran dirinya mendapat hinaan bernada rasisme dari Alvaro. Akibat ulahnya menempeleng kepala lawan, Neymar diberi kartu merah oleh wasit.

Neymar dan Alvaro GonzalezNeymar dan Alvaro Gonzalez terlibat insiden di duel Le Classique. (Foto: Twitter @33sports_)

Seusai pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Marseille 1-0 itu, Neymar dan Alvaro kembali bersitegang via media sosial. Keduanya perang komentar terkait keributan mereka di lapangan.

Lewat unggahan di Twitter, Neymar bersikukuh jika bek 30 tahun itu mencacinya dengan perkataan rasisme. Alvaro mengelak segala tuduhan tersebut dan menyebut penyerang asal Brasil itu mesti menerima kekalahan dengan lapang dada, yang langsung ditimpali balik oleh Neymar pada kolom komentarnya.



Jose Rodri, agen Alvaro Gonzalez, ikut angkat bicara terkait ribut-ribut antara kliennya dengan Neymar. Dia menegaskan jika Alvaro tak pernah melakukan rasisme ke lawan-lawannya.

Tidak hanya itu, Rodri turut membeberkan dampak yang dialami Alvaro setelah pertandingan PSG vs Marseille. Mantan pemain Villarreal itu disebutnya mendapat teror berupa doxing alias menyebarkan informasi pribadi ke publik tanpa izin, hingga diancam dibunuh oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Alvaro memiliki perilaku tak tercela selama bertahun-tahun sebagai profesinal, dia tak pernah terlibat masalah serupa. Dia tidak mengatakan ekspresi rasis kepada Neymar, sebab kami dengan tegas menolak segala bentuk rasisme yang ditujukan kepada siapa pun." kata Rodri kepada El Transistor, dilansir dari Mundo Deportivo.

"Alvaro bahkan mendapatkan ekspresi kebencian homofobik yang merendahkan. Dia sangat sedih karena dirinya tidak pernah punya masalah dengan siapa pun," Rodri menambahkan.

"Sungguh tidak menyenangkan jika mereka mengirimi anda jutaan tweet dengan tuduhan dan ancaman pembunuhan. Mereka mengambil foto-foto dirinya, mobilnya dan lain-lain. Itu sudah melewati batas dan anda harus menghentikannya,".

"Bagi saya hal-hal seperti itu sudah bisa untuk dihukum. Kami berhak menggunakan mekanisme yang tepat guna menjaga reputasi baik Alvaro," demikian kata Rodri soal ancaman yang diterima Alvaro Gonzalez usai ribut-ributnya dengan Neymar.

(bay/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com